Nama keluarga, teman lama, hingga rekan sekampus muncul dalam satu rangkaian dokumen perusahaan. Temuan itu kini menjadi sorotan setelah Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (Kosmak) mengungkap dugaan jaringan bisnis yang disebut terkait dengan Febrie Adriansyah.
BEBER FAKTA—Di balik deretan akta perusahaan dan kepemilikan saham, Kosmak melihat pola yang berulang. Sejumlah orang yang memiliki kedekatan dengan Febrie Adriansyah disebut menempati posisi strategis di berbagai perusahaan, mulai dari direktur, komisaris, hingga pemegang saham.
🕵️ Jejak Orang-Orang Terdekat
Kosmak menyebut empat nama sebagai *gatekeeper* atau penjaga gerbang dalam dugaan jaringan tersebut. Mereka ialah Don Ritto, Nurman Herin, Jeffri Ardiatma, dan Rangga Cipta.
Berdasarkan dokumen notaris yang dihimpun Kosmak dan diterima AFU.ID di Jakarta, Sabtu (11/7/2026), keempat nama itu berulang kali muncul dalam struktur perusahaan di berbagai sektor. Mulai dari penukaran valuta asing, perdagangan batu bara, restoran Prancis, hingga minyak sawit.
Don Ritto dan Nurman Herin diketahui merupakan alumni Universitas Jambi bersama Febrie.
👨👦 Keluarga Ikut Muncul dalam Struktur Perusahaan
Kosmak juga menemukan keterlibatan anggota keluarga Febrie dalam sejumlah perusahaan.
PT Hutama Indo Tara, yang berdiri pada 11 Oktober 2022, mencatat Don Ritto sebagai direktur. Sementara itu, jabatan komisaris dipegang Kheysan Farrandie, putra kedua Febrie Adriansyah.
Pada 1 April 2024, Aga Adrian Haitara, putra pertama Febrie, masuk sebagai pemegang saham. Beberapa pekan kemudian, komposisi kepemilikan saham berubah menjadi Don Ritto sebanyak 300 lembar, Kheysan Farrandie 350 lembar, dan Aga Adrian Haitara 350 lembar.
💰 Dugaan Aliran Dana Bernilai Miliaran
Kosmak juga menyoroti PT Blok Bulungan Bara Utama yang bergerak di bidang perdagangan batu bara.
Perusahaan itu didirikan pada 12 November 2021 dengan Jeffri Ardiatma sebagai direktur dan Rangga Cipta sebagai komisaris. Pada 2022, perusahaan tersebut mencatat peredaran usaha Rp122 miliar.
Kosmak menduga perusahaan itu mengalirkan dana Rp19 miliar kepada Nurman Herin yang disamarkan sebagai pinjaman. Selain itu, Jeffri dan Rangga juga mengelola PT Nukkuwatu Lintas Nusantara dengan omzet Rp99 miliar pada 2021 dan Rp180 miliar pada 2022.
“Seluruh rangkaian fakta ini mengindikasikan adanya upaya penyembunyian atau penyamaran uang hasil tindak pidana korupsi yang melibatkan Febrie dalam kedudukannya sebagai Jampidsus, dengan menggunakan para gatekeeper untuk mengamankan aset,” demikian temuan Kosmak.
📑 Dugaan Akuisisi Bernilai Fantastis
Kosmak turut mengungkap dugaan akuisisi PT Parwita Permata Mulia senilai sekitar Rp1,5 triliun untuk menguasai PT Tribhakti Inspektama.
Dalam struktur perusahaan itu, Don Ritto menjabat direktur, sedangkan Nurman Herin menjadi komisaris. Keduanya juga disebut mengendalikan pemegang saham mayoritas melalui PT Kresna Pusaka Energi.
Kosmak mempertanyakan kesenjangan antara nilai transaksi yang mencapai triliunan rupiah dengan laporan kekayaan Don Ritto dan Nurman Herin dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), yang disebut hanya bernilai miliaran rupiah.
⚖️ Temuan Masih Menjadi Dugaan
Seluruh temuan tersebut merupakan hasil penelusuran Kosmak terhadap dokumen perusahaan. Organisasi itu menilai pola kepemilikan dan transaksi yang ditemukan mengarah pada dugaan penyembunyian aset melalui orang-orang kepercayaan.
Hingga informasi ini dipublikasikan, artikel sumber ini belum memuat tanggapan atau klarifikasi dari Febrie Adriansyah maupun pihak-pihak yang disebut dalam temuan Kosmak. (*/Red.02-BF)











