Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout di Sumatera

Kortas Tipikor Polri (Foto: Istimewa)
Kortas Tipikor Polri menaikkan status dugaan korupsi pengadaan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU ke tahap penyidikan. Penyidik menduga penyimpangan itu berkontribusi terhadap blackout di Sumatera dan sejumlah wilayah Indonesia.

BEBER FAKTA — Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri mulai menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam pengadaan pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) selama periode 2018–2026. Status penyidikan resmi ditetapkan pada 4 Juli 2026.

⚖️ Penyidikan Resmi Dimulai

Kepala Kortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengatakan penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara.

“Kami penyidik menyampaikan perkembangan penanganan perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan pemenuhan kebutuhan pasokan batu bara pada sejumlah PLTU selama periode tahun 2018 sampai tahun 2026,” kata Totok.

Penyidik menduga dua perusahaan, yakni PT OBB dan PT PRA, terlibat dalam penyimpangan tersebut.

“Setidak-tidaknya penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara di PLTU oleh beberapa perusahaan yang terlibat: PT OBB dan PT PRA,” ujar Totok.

🔍 Modus Dugaan Korupsi

Direktur Penindakan Kortas Tipikor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo menjelaskan penyidik menemukan sejumlah modus dalam kasus ini.

Salah satunya ialah dugaan manipulasi dokumen kualitas batu bara yang dipasok ke PLTU. Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan manipulasi kuantitas batu bara serta penyimpangan pembayaran kontrak yang tidak sesuai dengan kondisi pasokan sebenarnya.

“Modus yang kami temukan dalam proses penyelidikan di antaranya terkait dengan adanya dugaan manipulasi dokumen kualitas batu bara yang dikirimkan atau dipasok,” jelas Robertus.

⚡ Diduga Berdampak pada Blackout

Menurut Robertus, dugaan manipulasi tersebut ikut mengganggu pasokan batu bara sehingga berdampak pada pemadaman listrik di berbagai daerah.

“Perbuatan atau modus-modus tersebut kami duga juga berkontribusi terhadap terganggunya pasokan batu bara yang berdampak terhadap terjadinya blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di wilayah Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jabodetabek,” pungkas Robertus.

Hingga kini, penyidikan masih berlangsung untuk mengusut dugaan korupsi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *