BEM Nusantara NTT mulai naik pitam. Dugaan penyimpangan uang titipan PPH21 di Kejari TTU kini memantik ancaman aksi berjilid-jilid di depan Kejati NTT.
BEBER FAKTA– Ketua BEM Nusantara NTT, Andi Sanjaya, melontarkan ultimatum keras kepada Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mendesak aparat pengawasan internal segera memeriksa Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari TTU, Semuel Otniel Sine, terkait dugaan penyimpangan uang titipan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPH21).
BACA JUGA: “Dugaan Pungli PPh 21, Desak Kejati NTT Copot Kasi Pidsus Kejari TTU”
Selain itu, Andi juga meminta agar Semuel Otniel Sine dicopot dari jabatannya. Jika tuntutan itu diabaikan, mahasiswa mengancam turun ke jalan dengan aksi besar-besaran.
🔥 Ultimatum Keras dari BEM Nusantara NTT
Andi Sanjaya menilai dugaan penyimpangan tersebut sudah terlalu lama menjadi pembicaraan publik. Karena itu, ia meminta Kejati NTT tidak lagi bersikap pasif.
“Kami tidak akan tinggal diam. Asisten Pengawas harus segera memeriksa Kejari TTU dan Semuel Otniel Sine,” tegas Andi kepada wartawan, Rabu sore.
Tiktok @beber_fakta: ⚠️ “Ini pungli berkedok pengamanan kasus!”
Lebih lanjut, ia menolak jika pejabat yang terseret dugaan persoalan justru mendapat promosi jabatan. Menurutnya, langkah tegas harus segera diambil agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
“Bukan diberi promosi jabatan, melainkan harus dicopot dari posisinya. Jika masih ada upaya melindungi, maka kami siap turun ke jalan dengan aksi berjilid-jilid hingga tuntutan kami dipenuhi,” lanjutnya.
⚠️ Mahasiswa Siap Bergerak
Tak hanya memberi peringatan, Andi juga memasang tenggat waktu kepada Asisten Pengawas Kejati NTT. Ia meminta pemeriksaan dan pencopotan Semuel Otniel Sine direalisasikan paling lambat minggu depan.
Selain itu, ia mengklaim mahasiswa dari berbagai kampus di NTT sudah mulai membangun konsolidasi untuk turun aksi jika ultimatum tersebut tidak direspons serius.
Situasi ini pun mulai menjadi perhatian publik. Apalagi, isu dugaan penyimpangan uang titipan PPH21 di Kejari TTU terus berkembang dan memicu banyak pertanyaan di tengah masyarakat.
👀 Kejati NTT Masih Bungkam
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kejati NTT belum memberikan tanggapan resmi terkait ultimatum yang dilayangkan Ketua BEM Nusantara NTT tersebut.
Namun demikian, tekanan publik diperkirakan terus meningkat. Jika tidak ada klarifikasi maupun langkah konkret dari pihak pengawasan internal, gelombang demonstrasi mahasiswa diprediksi bakal pecah dalam waktu dekat.
Banyak pihak kini menunggu sikap resmi Kejati NTT untuk menjawab tuntutan yang terus bergulir di ruang publik. (Vic-BF/Vip)











