Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Wali Kota Kupang Dukung OVOP

(Foto: Abi Letman-Bag. Prokopim Setda Kota Kupang / Olahgrafis & Ilustrasi: Vico Patty-BF)

KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri penyerahan bantuan Program One Village One Product (OVOP) di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Jumat (27/2).

Foto: Abi Letman-Bag. Prokopim Setda Kota Kupang.

Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan bantuan kepada Kelompok Usaha Ecofun BS untuk mengembangkan produk daur ulang.

Apresiasi dan Dukungan Nyata

Selain Wali Kota, hadir  Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Viktorius Manek, Camat Alak, Yulianus W. Pally, serta jajaran pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang.

Wali Kota mengapresiasi dukungan Pemprov NTT terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, program ini membuktikan pemerintah hadir hingga tingkat kelurahan.

Ia menegaskan, kelompok menerima alat produksi sekaligus pelatihan keterampilan. Selain itu, peserta mendapat pelatihan pemasaran dan digital marketing.

“Bantuan ini menunjukkan kepedulian pemerintah. Kelompok tidak hanya menerima alat, tetapi juga peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Ubah Sampah Jadi Peluang

Wali Kota menilai OVOP membawa pesan kuat tentang potensi kampung. Karena itu, ia mengajak warga melihat sampah plastik sebagai peluang ekonomi.

Ia menegaskan, sampah tidak lagi sekadar masalah lingkungan. Sebaliknya, sampah dapat menjadi produk bernilai jual.

“Atas nama Pemkot Kupang, kami beri apresiasi tinggi. Setiap hambatan selalu menghadirkan peluang,” tegasnya.

Ia bahkan memesan dua set sofa produksi Ecofun BS. Selain itu, ia meminta satu produk dipajang di Dekranasda Kota Kupang.

Anggaran Rp20 Miliar untuk Desa dan Kelurahan

Sementara itu, Gubernur NTT menjelaskan strategi kolaborasi antar pemerintah daerah melalui OVOP. Pemprov NTT mengalokasikan Rp20 miliar untuk mendukung program tersebut.

Setiap desa dan kelurahan menerima rata-rata Rp20 juta. Dana itu difokuskan pada lahirnya satu produk unggulan sebagai identitas lokal.

“Program ini harus menghasilkan produk akhir yang jelas dan membanggakan,” tegas Gubernur.

Ia juga memesan tiga set sofa sebagai dukungan terhadap inovasi daur ulang di Nunbaun Sabu.

Ecofun BS Jadi Percontohan

Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Viktorius Manek, menjelaskan bantuan sarana dan prasarana diberikan kepada Kelompok Usaha Ecofun BS.

Kelompok tersebut mengembangkan sofa berbahan daur ulang sampah plastik. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dan kemandirian ekonomi warga.

Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan Rembuk OVOP bersama Pemprov NTT. Pemerintah menargetkan Nunbaun Sabu menjadi percontohan OVOP di Kota Kupang. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang/Chris Dethan/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *