Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai menemukan titik terang. Empat prajurit TNI diamankan, bahkan terungkap berasal dari satuan intelijen strategis. Namun, motif di balik serangan brutal ini masih menjadi teka-teki besar.
Kronologi Serangan: Dari Podcast ke Teror Brutal
BEBER FAKTA – Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Saat itu, Andrie Yunus baru saja meninggalkan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng.

Namun, situasi berubah cepat.
Dalam perjalanan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dua orang tak dikenal yang telah menguntitnya, melewatinya, kemudian memutar arah kendaraan lalu menyiramkan air keras ke wajahnya.
Akibatnya, Andrie mengalami luka serius. Cairan berbahaya itu mengenai mata, wajah, dada, hingga tangan. Diagnosis awal menunjukkan luka bakar mencapai 24 persen tubuh.
Empat Prajurit Diamankan, Identitas Terungkap
Seiring penyelidikan Polisi berjalan, aparat militer bergerak cepat.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengonfirmasi penangkapan empat prajurit.

Mereka kini ditahan di Pomdam Jaya.
Yang mengejutkan, keempatnya berasal dari Denma Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Identitas mereka pun mulai diungkap.
Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
Selain itu, mereka berasal dari matra berbeda.
Sebagian dari Angkatan Laut, sementara lainnya dari Angkatan Udara.
Motif Masih Gelap, Publik Menunggu Jawaban
Meski pelaku telah diamankan, misteri belum terpecahkan.
Hingga kini, motif serangan masih dalam pendalaman.
Pihak TNI belum menjelaskan peran masing-masing pelaku.
Hal ini memicu tanda tanya besar di tengah publik.
Di sisi lain, kasus ini menyedot perhatian luas.
Terlebih karena korban merupakan aktivis hak asasi manusia dari KontraS.
Selain itu, latar belakang pelaku dari unit intelijen menambah kompleksitas kasus.
Publik kini menunggu transparansi dan akuntabilitas penuh.
Jejak yang Harus Dibuka
Kasus ini bukan sekadar kriminal biasa.
Serangan terhadap aktivis kerap dikaitkan dengan isu kebebasan sipil.
Karena itu, pengungkapan motif menjadi krusial.
Tanpa kejelasan, spekulasi akan terus berkembang liar.
Sementara itu, kondisi Andrie masih dalam perawatan intensif.
Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir.
Namun, satu hal tetap menjadi sorotan utama:
Siapa sebenarnya aktor di balik serangan ini, dan untuk tujuan apa? (Vic-BF/Vip)











