Dari lab langsung ke meja makan! Universitas Nusa Cendana pamerkan inovasi pangan dan obat herbal berbasis potensi lokal NTT. Siap bantu gizi hingga lawan penyakit!
🚀 Dari Penelitian Jadi Produk Nyata
BEBER FAKTA – Undana kembali bikin gebrakan. Dalam penutupan RTM 2026 di Hotel Harper Kupang, kampus ini memamerkan berbagai produk inovatif hasil riset.
Mulai dari pangan fungsional, suplemen gizi, hingga obat herbal, semuanya berbasis sumber daya lokal NTT.
Menariknya, Fauzan Adziman ikut meninjau langsung pameran tersebut. Kehadirannya memperkuat dukungan pemerintah terhadap inovasi kampus.
🍪 Dari Rumput Laut Sampai Lontar, Semua Jadi Produk!
Produk yang ditampilkan bukan sekadar ide. Undana langsung mengubah bahan lokal menjadi produk siap konsumsi.
Di antaranya: dodol rumput laut, stick lontar, es krim lontar, kacang bintang, salad rumput laut, balsem jahe, hingga biskuit cegah stunting.
Selain itu, inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Artinya, riset tidak lagi berhenti di jurnal, tetapi langsung memberi dampak ekonomi.
🌿 Faloak Jadi Obat! Inovasi Kesehatan Makin Ngebut
Tak hanya pangan, Undana juga mengembangkan obat herbal dari tanaman khas NTT, yaitu Faloak.
Tanaman ini diolah menjadi sirup kesehatan, baik untuk penderita diabetes maupun non-diabetes.
Dengan begitu, riset biomedis kampus mulai menunjukkan hasil nyata yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat.
🎯 Bukan Sekadar Pameran, Tapi Evaluasi Besar!
Pameran ini juga menjadi ajang refleksi bagi kampus. Undana mengevaluasi hubungan antara anggaran, riset, dan dampak nyata.
Anderias Nabut menegaskan bahwa semua produk lahir dari proses penelitian panjang.
Karena itu, kampus kini mendorong riset yang langsung bisa diterapkan di lapangan.
💥 Siap Dongkrak Ekonomi Lokal!
Melalui inovasi ini, Undana menunjukkan keseriusannya menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Produk-produk tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ke depan, Undana akan terus meningkatkan pendanaan riset terapan. Tujuannya jelas: wujudkan kemandirian pangan dan kesehatan di NTT. (Sumber: undana.ac.id/Iyl/Vip-BF)











