🎯 Sasando Hampir “Diklaim”? Josef Nae Soi Bongkar Rahasia Kemenangan Indonesia di Forum Dunia!

Kuliah Umum Studium Generale - Law and Globalization

Foto: undana.ac.id/Olahgrafis: Vico Patty-BF

🔥 Kasus Sasando jadi alarm keras! Mahasiswa hukum diminta siap tempur di level global—bukan cuma hafal teori, tapi kuasai hukum internasional!

 

Belajar dari Kasus Sasando, Mahasiswa Undana Diminta “Naik Level”

BEBER FAKTA – Penguasaan hukum internasional kini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Apalagi, dunia makin kompetitif dan penuh sengketa lintas negara. Karena itu, mahasiswa hukum dituntut siap menghadapi tantangan global sejak dini.

Hal ini ditegaskan oleh Dr. Drs. Josef Adrianus Nae Soi, M.M. dalam Studium Generale bertema Law and Globalization di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang.

Tak hanya teori, Josef langsung membedah kasus nyata yang bikin publik tersentak: klaim terhadap alat musik khas NTT, Sasando.

 

🎶 Diplomasi Sasando: Indonesia Menang Telak!

Josef mengungkap fakta mengejutkan di balik kemenangan Indonesia dalam mempertahankan Sasando. Menurutnya, kekuatan utama bukan sekadar emosi nasionalisme, tetapi strategi hukum yang solid.

Sebanyak 196 dari 198 negara akhirnya mendukung Indonesia. Hasil itu lahir dari argumentasi hukum yang tajam dan bukti akademik yang tak terbantahkan.

“Ini bukti nyata, hukum internasional bisa jadi senjata utama menjaga kedaulatan bangsa,” tegas Josef di depan ratusan mahasiswa.

Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar teliti menguji fakta, validasi dokumen, dan memperkuat analisis hukum sejak sekarang.

 

⚖️ Bahkan Saat Perang, Hukum Tetap Berlaku

Selain isu budaya, Josef juga mengupas sisi lain hukum internasional yang jarang dibahas anak muda: aturan dalam perang.

Ia menjelaskan konsep jus ad bellum (alasan sah berperang) dan jus in bello (aturan saat perang). Menurutnya, hukum tetap melindungi nilai kemanusiaan meski konflik terjadi.

Warga sipil tidak boleh diserang. Serangan harus dihentikan jika situasi sudah terkendali. Prinsip ini jadi bukti bahwa hukum tetap hidup bahkan di tengah krisis global.

 

🎓 Pesan Rektor: Jangan Cuma Jago Teori!

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam teori semata.

Ia mendorong mahasiswa untuk menyerap pengalaman praktis dari narasumber yang sudah terlibat langsung dalam kebijakan internasional.

“Mahasiswa harus mampu melihat hukum dari sisi ideal dan realistis sekaligus,” tegasnya.

 

🚀 FH Undana Siapkan Generasi “Petarung Hukum” Global

Menariknya, kegiatan ini ditutup dengan simulasi kasus yang menantang mahasiswa berpikir kritis dan fleksibel. Mereka dilatih menghadapi persoalan hukum yang kompleks dan multidimensi.

Dengan langkah ini, Fakultas Hukum Undana menunjukkan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya pintar teori, tetapi juga siap bertarung di panggung internasional. (Sumber: undana.ac.id/IyL/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *