🔥HUT GMIT Kaisarea ke-36: Wali Kota Kupang Blak-blakan! Iman Tanpa Ilmu Bisa Menyesatkan

IMAN & ILMU - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, berpose bersama anak-anak Sekolah Minggu di GMIT Kaisarea saat perayaan HUT GMIT Kaisarea, BTN Kolhua. Wali Kota Kupang menekankan pentingnya keseimbangan antara Iman & Ilmu. (Foto: Echon Saudale - Bag. Prokopim Setda Kota Kupang / Olahgrafis: Vico Patty-BF)

Perayaan HUT ke-36 GMIT Kaisarea di Kota Kupang jadi sorotan. Wali Kota tegas bicara soal iman, karakter, hingga bantuan Rp30 juta!

Foto: Echon Saudale – Bag. Prokopim Setda Kota Kupang.

✨ Momentum Iman, Bukan Sekadar Seremoni

BEBER FAKTA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri HUT ke-36 GMIT Kaisarea di BTN Kolhua, Selasa (17/3).

Namun, acara ini tidak sekadar perayaan biasa. Ia langsung menegaskan makna besar di balik usia 36 tahun jemaat tersebut.

Selain itu, ia menyebut perjalanan gereja sebagai bagian penting pembangunan Kota Kupang.

“Gereja Kaisarea telah berkontribusi besar. Kemajuan kota tidak lepas dari peran jemaat,” tegasnya.

 

🔥 Pesan: Iman dan Ilmu Harus Seimbang

Selanjutnya, Wali Kota menyampaikan pesan yang menjadi keseimbangan hidup.

Menurutnya, pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan akademik.

Sebaliknya, iman dan karakter harus berjalan seiring.

“Ilmu tanpa iman melahirkan kesombongan. Sementara iman tanpa ilmu bisa menyesatkan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak gereja dan semua elemen masyarakat untuk menjaga keseimbangan tersebut.

 

💡 36 Tahun = Api Iman, Harapan, dan Kasih

Di sisi lain, ia menilai usia 36 tahun sebagai simbol perjalanan spiritual yang kuat.

Ia menggambarkan jemaat sebagai penjaga “api iman” yang terus menyala.

Tidak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga harapan dalam kehidupan.

“Tanpa harapan, manusia kehilangan kehidupan itu sendiri,” pesannya.

 

💰 Langsung Disorot: Bantuan Rp30 Juta untuk Gereja

Menariknya, dalam momen tersebut, Wali Kota juga mengumumkan dukungan nyata.

Pemerintah Kota Kupang menyiapkan bantuan Rp30 juta untuk GMIT Kaisarea.

Rencananya, dana itu akan cair melalui perubahan anggaran 2026.

Dana tersebut akan mendukung pengembangan fasilitas gereja, termasuk rencana klinik pelayanan.

 

🙏 Ketua Jemaat: 36 Tahun, Kami Tetap Setia Melayani

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Aleida Y. Salean-Sola, menegaskan komitmen pelayanan jemaat.

Ia menyebut usia 36 tahun sebagai fase menuju kedewasaan iman.

Meski tergolong muda, jemaat tetap konsisten menjalankan pelayanan.

Mulai dari Koinonia, Marturia, Liturgia, hingga Diakonia terus berjalan aktif.

Bahkan, jemaat juga mengembangkan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

 

🤝 Harapan Besar: Gereja dan Pemerintah Harus Sejalan

Di akhir acara, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak.

Ia juga berharap sinergi gereja dan pemerintah terus terjalin.

Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang – Chris Dethan/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *