Talk Show Peken Jasindo 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan: Anak Pendek Belum Tentu Stunting, Tapi Banyak Orang Tua Salah Paham.
BEBER FAKTA – Masalah stunting di Kota Kupang masih jadi alarm serius. Meski angkanya di bawah target nasional, ribuan balita masih terdampak. Dalam Talk Show Peken Jasindo 2026, Ketua TP-PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya Widodo membongkar fakta penting soal stunting yang selama ini kerap disalahpahami orang tua.

📌 Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek
Dalam sesi edukasi bertema “Cegah Stunting dengan Gizi Baik & Pola Asuh Keluarga” di Taman Nostalgia, Sabtu (2/5/2026), dr. Widya menegaskan bahwa banyak masyarakat masih keliru memahami stunting.
dr. Widya: “Kalau kita bilang stunting, itu bukan sekadar anak pendek. Tidak semua anak pendek itu stunting”
Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama. Diagnosisnya pun harus melalui pengukuran tinggi dan berat badan sesuai kurva pertumbuhan WHO.
Baca Video terkait berita ini di Tiktok @beber_fakta
📉 Mayoritas Anak Stunting Lahir Normal, Masalah Muncul Saat MPASI
dr. Widya mengungkap fakta yang mengejutkan: sebagian besar anak stunting lahir dalam kondisi sehat.
“Tidak ada anak yang lahir langsung stunting. Ini proses panjang.”
Ia menjelaskan sekitar 80 persen kasus stunting terjadi setelah bayi memasuki fase MPASI, ketika banyak orang tua mulai salah memberikan pola makan.
“Banyak orang tua bilang anaknya sudah makan banyak, tapi belum tentu gizinya terpenuhi. Kita harus ubah paradigma: kenyang itu belum tentu sehat.”
🍳 Protein Hewani Jadi Kunci, Bukan Sekadar Nasi Banyak
Salah satu penyebab utama stunting, kata dr. Widya, adalah kurangnya protein—terutama protein hewani.
“Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging itu sangat penting.”
Meski begitu, ia menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal.
“Makanan sehat itu tidak harus mahal. Yang penting variasi dan gizinya terpenuhi.”
Bahan pangan lokal seperti tempe, tahu, ikan kecil, hingga telur bisa jadi solusi nutrisi keluarga.
BACA JUGA YANG LAGI HOT!!!:
Jalan Rusak Penkase Akhirnya Diperbaiki!
🧠 Bisa Turunkan IQ hingga 40 Poin!
Dampak stunting ternyata bukan hanya soal tinggi badan. Yang lebih mengkhawatirkan, kondisi ini bisa merusak perkembangan otak anak.
“Anak stunting bisa mengalami penurunan IQ hingga 20 sampai 40 poin.”
Menurut dr. Widya, masa paling krusial adalah 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.
“Kalau di masa itu anak mengalami stunting, kita kehilangan peluang besar untuk memaksimalkan potensi kecerdasannya.”
📊 Data Terbaru: 3.423 Balita di Kota Kupang Masih Stunting
Berdasarkan data per Maret 2026:
- Angka stunting Kota Kupang: 16,5 persen
- Jumlah balita terdampak: 3.423 anak
Meski berada di bawah target nasional 17 persen, dr. Widya menegaskan perjuangan belum selesai.
🎯 Edukasi Jadi Senjata Utama Lawan Stunting
Widya mengapresiasi Peken Jasindo 2026 karena tak hanya menghadirkan hiburan dan bazar UMKM, tetapi juga edukasi kesehatan keluarga.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mendorong ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan keluarga.”
Ia berharap edukasi seperti ini terus diperluas agar lahir generasi Kupang yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Vic-BF/Vip)











