EKBIS  

Pasar Penkase Alak ‘Mati Suri’! Diresmikan Meriah, Kini Tinggal 1 Pedagang Bertahan

COVER: Pasar Penkase Alak

Dulu diresmikan meriah dan disebut bakal jadi pusat ekonomi baru Kota Kupang. Namun kini, Pasar Penkase Alak justru berubah jadi bangunan sepi yang nyaris tak bernyawa. Ironisnya, pasar yang sempat digadang-gadang sebagai ruang tumbuh ekonomi rakyat itu kini hanya menyisakan satu pedagang aktif.

 

🚨 Dari Simbol Harapan Jadi Bangunan Nyaris Kosong

BEBER FAKTA – Pasar Penkase Alak diresmikan pada 3 Desember 2025 oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bertepatan dengan HUT ke-23 Perumda Pasar Kota Kupang. Saat itu, peresmian berlangsung meriah dan penuh optimisme.

Pemerintah bahkan menyebut pasar tersebut sebagai pusat ekonomi baru bagi masyarakat Alak.

“Ini bukan hanya bangunan pasar. Di sini ada ruang rezeki, ruang harapan bagi keluarga di Alak,” ujar Wali Kota saat peresmian.

Namun hanya beberapa bulan berselang, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan janji besar itu.

Los-los pasar kini kosong. Aktivitas perdagangan nyaris lumpuh.

 


Baca Berita Sambil Dengerin Musik di Tikto @beber_fakta

📉 Pedagang Tersisa 1 Orang, Pasar Disebut Kembali ‘Mati’

Salah satu pedagang yang masih bertahan, Idha Rihi Nawa, mengaku prihatin melihat kondisi pasar yang kembali sepi.

Menurutnya, pasar yang dulu sempat dihidupkan ulang kini justru kembali “mati”.

“Kondisi Pasar Penkase Alak yang dulu sudah mati dan kembali dihidupkan, kini kembali mati karena sudah tidak ada pedagang lagi. Ini apakah hanya sekadar mati suri atau memang sudah mati aktivitas pasarnya?” keluh Idha, Selasa (5/5/2026).

Ia menilai masalah utama bukan pada bangunan, melainkan lemahnya penertiban pedagang yang masih berjualan di tepi jalan.

“Kalau pemerintah mau pasar ini hidup, pedagang sayur di pinggir jalan harus ditertibkan masuk ke pasar. Kalau tidak, ini hanya akan jadi bangunan kosong,” tegasnya.

 

🏛️ DPRD Datang, Janji Tinggal Janji?

Idha juga menyoroti kunjungan anggota DPRD Kota Kupang yang sebelumnya datang meninjau lokasi dan menjanjikan solusi.

Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata.

“Katanya mau minta pemerintah fungsikan lagi pasar ini dan tertibkan pedagang luar masuk ke los. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Ini seperti janji manis saja,” ujarnya kecewa.

 

🔥 Legislator Semprot Perumda Pasar

Kritik keras turut datang dari Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang dari Perindo, Benny Selan.

Saat meninjau lokasi, Benny mengaku kecewa melihat pasar yang disebut pusat ekonomi baru itu justru lengang.

“Kondisi pasar yang disebut pusat ekonomi baru itu sudah redup. Saat saya turun ke lokasi, hanya tinggal satu orang pedagang saja,” tegas Benny.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengelolaan pasar oleh Perumda Pasar.

Menurut Benny, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret.

“Coba dibuat event atau pasar murah di lokasi itu supaya menarik peminat dan menghidupkan pasar lagi,” tandasnya.

 

❓Monumen Janji atau Bisa Diselamatkan?

Kini publik menunggu langkah nyata Pemerintah Kota Kupang.

Apakah Pasar Penkase Alak masih bisa diselamatkan?

Ataukah pasar yang dulu diresmikan penuh seremoni itu akan berakhir menjadi monumen janji kosong di tengah Kota Kupang? (***/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *