Gaspol! Sebanyak 10 tim terbaik dari Universitas Nusa Cendana siap unjuk gigi di panggung nasional. Setelah lolos seleksi ketat, kini mereka tinggal selangkah lagi menuju aksi nyata di desa!
🚀 10 Tim Terpilih, Siap Tembus Nasional
BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) akhirnya tancap gas di ajang Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Sebanyak 10 tim terbaik resmi melaju ke tingkat nasional.
Awalnya, 19 proposal bersaing ketat. Namun, setelah proses seleksi berlapis, hanya proposal dengan ide paling kuat yang berhasil lolos. Saat ini, seluruh tim sudah mengunggah proposal ke sistem nasional dan sedang menunggu hasil dari pemerintah pusat.
Menariknya, ini menjadi debut perdana Undana di ajang bergengsi ini. Karena itu, momen ini langsung jadi sorotan!
🔍 Seleksi Ketat, Bukan Sekadar Administrasi
Selanjutnya, proses seleksi internal dilakukan secara terbuka dan transparan. Reviewer PKM Undana, Fidelis Nitti, menegaskan bahwa penilaian tidak hanya melihat kelengkapan berkas.
Sebaliknya, tim penilai fokus pada kualitas ide, dampak nyata bagi masyarakat, hingga keberlanjutan program selama tiga tahun ke depan.
“Mahasiswa harus peka terhadap masalah desa, lalu menghadirkan solusi nyata. Fokusnya pada tema seperti desa cerdas, desa wisata, dan smart farming,” jelasnya.
Dengan kata lain, program ini bukan sekadar lomba, tapi ajang solusi!
🤝 Ujian Kepemimpinan dan Kerja Tim
Di sisi lain, setiap tim terdiri dari 10 hingga 15 mahasiswa. Hal ini otomatis menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur kerja tim.
Namun demikian, menurut Chornelis Julestan Be’E Anin, proses ini justru menjadi tempat belajar kepemimpinan yang nyata.
Tak hanya itu, tim reviewer seperti Prof. Sudirman Syam, Fidelis Nitti, dan Chornelis juga memastikan setiap proposal punya anggaran logis dan target lokasi yang tepat.
Saat ini, semua tim masih menunggu hasil. Jika lolos, mereka akan lanjut ke tahap kontrak, pencairan dana, hingga implementasi program selama 3–6 bulan di lapangan.
🌱 Sentuh Desa, Bawa Dampak Nyata
Lebih lanjut, program yang diusulkan menyasar langsung masyarakat desa. Mulai dari kelompok tani hingga komunitas perempuan, semua menjadi target utama.
Karena itu, Undana optimistis timnya mampu bersaing di tingkat nasional. Bahkan, capaian ini sudah menjadi model inspiratif bagi Ormawa lainnya di kampus.
Pada akhirnya, PPK Ormawa bukan hanya soal kompetisi. Program ini juga melatih mahasiswa jadi problem solver yang siap membawa perubahan nyata. (Sumber: undana.ac.id/IyL/Vip-BF)











