Para peserta Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Mereka menilai dukungan Pemkot Kupang membantu peserta mengikuti kegiatan hingga kembali ke Kota Kupang.
BEBER FAKTA— Ungkapan itu disampaikan Gisela Agustav saat mengikuti acara penerimaan kontingen di Hotel Kristal, Selasa (1/9) malam.
Gisela: Jambore Beri Pengalaman Berharga
Gisela mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang sejak persiapan, keberangkatan hingga kepulangan peserta.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang yang sudah mendukung kami dari keberangkatan sampai kembali ke Kota Kupang.”
Menurut Gisela, pengalaman selama mengikuti Jambore memberi pelajaran yang sulit diperoleh dalam keseharian.
“Capek pasti, tapi senang sekali. Banyak pengalaman yang tidak bisa kami dapatkan kalau tidak ikut Jambore. Kami juga bertemu banyak teman dari berbagai daerah. Itu pengalaman yang sangat berharga.”
Selama kegiatan, peserta belajar mandiri, disiplin, bekerja sama dan menghadapi berbagai situasi dengan lebih tangguh.
Orang Tua Bangga Anak Pulang Selamat
Apresiasi juga disampaikan perwakilan orang tua peserta, Jia Djawas. Ia berterima kasih kepada Wali Kota Kupang dan jajaran pemerintah kota.
Jia mengaku sempat khawatir karena anak-anak harus pergi jauh dan cukup lama. Namun, ia percaya kepada pembina dan pendamping.
“Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih dan bangga karena anak-anak mendapat kesempatan mengikuti Jambore.”
Menurut Jia, peserta pulang dengan selamat serta membawa cerita dan pengalaman baru.
Baca Juga: Stunting di Kupang 16 Persen, Pemkot Gandeng Yayasan dan Dunia Usaha
“Bagi kami, yang paling penting anak-anak pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter yang akan menjadi bekal bagi mereka.”
Wali Kota Sambut Langsung Kontingen
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung dalam acara penerimaan Kontingen Jambore Daerah X dan Jambore Nasional XII.
Ia menyambut peserta sekaligus makan malam bersama kontingen. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan Pemkot Kupang terhadap peserta.
“Rasa-rasanya ini dukungan Pemkot yang paling full tahun ini. Mau pergi kita lepas dengan makan bersama, pulang kita sambut dan makan bersama lagi,” ujar dr. Christian Widodo.
Pemkot Kupang juga memberangkatkan seluruh 48 peserta yang mengikuti proses seleksi. Jumlah itu melebihi kuota awal sebanyak 32 orang.
Semua Peserta Seleksi Diberangkatkan
Keputusan tersebut diambil setelah Wali Kota menerima laporan hasil seleksi. Sebanyak 48 anak mengikuti tahapan penjaringan dan menunjukkan semangat tinggi.
“Awalnya hanya 32 orang yang akan diberangkatkan. Tetapi setelah saya mendapat laporan bahwa peserta seleksi berjumlah 48 orang, saya memutuskan semuanya ikut.”
Menurut dr. Christian Widodo, kesempatan tersebut penting agar seluruh peserta dapat belajar dan berkembang melalui kegiatan Jambore.
Selain biaya pemberangkatan, ia juga memberikan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta bagi peserta Jambore Nasional XII.
Wali Kota Minta Pengalaman Tidak Berhenti di Jambore
Dr. Christian Widodo meminta peserta menerapkan nilai yang mereka dapatkan selama mengikuti Jambore.
Ia menilai pengalaman tersebut dapat memperkuat mental dan karakter generasi muda.
“Pulang dari sana mungkin kalian lebih lelah. Ada yang mungkin kurang sehat. Tetapi saya yakin hati kalian menjadi lebih kuat, mental lebih tangguh dan pengalaman lebih banyak.”
Ia juga meminta peserta mempertahankan disiplin, ketangguhan, tanggung jawab dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari.”
Selain itu, Wali Kota mengapresiasi peserta karena telah menjaga nama baik Kota Kupang selama berada di luar daerah.
Kenang Ketua Kwarda NTT Peter Manuk
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo juga mengajak peserta dan undangan mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Peter Manuk, yang telah berpulang.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, ia menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum.
Ia juga mengajak generasi muda meneruskan nilai keteladanan yang telah diwariskan.
“Hidup manusia tidak ditentukan dari seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi dari seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan.”
Menurutnya, jabatan dan usia memiliki batas waktu. Namun, keteladanan tidak memiliki batas waktu.
Pemkot Siapkan Anggaran Rp400 Juta
Dukungan terhadap Gerakan Pramuka juga tercermin dalam alokasi anggaran 2026 sebesar Rp400 juta.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwarcab.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si, mengapresiasi dukungan tersebut.
Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung Wali Kota dalam menyambut kepulangan kontingen.
Bumi Perkemahan Fatubena Akan Dibenahi
Menurut Wildrian, dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi Kwarcab, pembina dan peserta.
Kwarcab juga berencana membenahi Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027.
Pembenahan mencakup penataan pelataran serta penyediaan air, toilet dan pagar. Kawasan tersebut diharapkan lebih nyaman dan representatif.
Selain kegiatan kepramukaan, kawasan itu diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat. Pengelolaannya juga diharapkan memberi manfaat ekonomi dan berkontribusi terhadap PAD Kota Kupang.
Acara penerimaan kontingen turut dihadiri pendamping, pengurus Kwarcab, Mabigus, pembina, pelatih, orang tua peserta dan sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemkot Kupang.(Red.03-BF)











