Undana Terjunkan 48 Tim Akademisi ke Sumba Tengah Siap Bangun Desa

Foto: Istimewa
Sebanyak 48 tim akademisi Undana turun langsung ke Sumba Tengah untuk mendampingi warga lokal dalam mengelola potensi daerah secara berkelanjutan. Langkah nyata ini menjadi bukti keberpihakan kampus terhadap kemajuan masyarakat di pelosok NTT.

BEBER FAKTA— Momentum bersejarah ini resmi dimulai ketika Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul Tamelan, M.Si., bersama Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak. Acara peresmian tersebut berlangsung hangat di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah, Waibakul, pada Senin (27/7/2026). Sinergi strategis ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD Pemkab Sumba Tengah, pimpinan DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pimpinan lembaga kampus seperti LPPM dan LP3M.

🤝 Menyatukan Ilmu Kampus dengan Denyut Kehidupan Warga

Perjalanan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen besar Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam menyelaraskan teori akademis dengan kebutuhan riil masyarakat. Mengusung tema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Sumba Tengah: Mewujudkan World Class – Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan,” program ini menjembatani kepakaran akademisi dan pemetaan kebijakan pembangunan daerah.

Kehadiran para ilmuwan di tengah pemukiman warga membawa misi penting untuk mempercepat pembangunan lokal. Sinergi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan pijakan awal transformasi daerah. Waktu pendampingan dijadwalkan berlangsung intensif mulai 27 hingga 30 Juli 2026.

🌾 Formula Lintas Generasi Menerjang Tantangan Lokal

Demi menghadirkan perubahan nyata, Undana menerjunkan tim khusus yang memadukan berbagai latar belakang kepakaran. Kombinasi ini melibatkan Guru Besar, dosen berinovasi tinggi, hingga mahasiswa yang energik. Mereka bekerja sama secara langsung untuk memahami setiap dinamika yang dihadapi warga Sumba Tengah.

Setiap riset yang disiapkan disesuaikan secara presisi dengan potensi utama daerah setempat. Sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif menjadi fokus utama pendampingan. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini memastikan bahwa solusi yang ditawarkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

🗣️ Pesan Menyentuh dari Sang Profesor

Dalam sambutannya mewakili Rektor Undana, Prof. Paul Tamelan menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat Pemkab dan warga Sumba Tengah. Beliau menekankan bahwa kehormatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari angka-angka pemeringkatan global, melainkan dari manfaat nyata bagi sesama.

“Menjadi World Class University bukan hanya diukur dari publikasi internasional atau peringkat global, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi menghadirkan solusi atas persoalan nyata masyarakat. Semoga sinergi yang terjalin pada hari ini, menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Paul.

Beliau juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh anggota tim yang bertugas di lapangan.

“Hadirlah sebagai mitra masyarakat, dengarkan kebutuhan mereka, bangun solusi bersama, dan tinggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang,” pesannya.

💡 Dampak Nyata dan Harapan bagi Kemajuan NTT

Kolaborasi erat ini disambut antusias oleh segenap jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, dan elemen masyarakat Sumba Tengah. Kerja sama lintas sektor ini diyakini mampu meletakkan fondasi pembangunan yang kokoh, merata, serta inklusif.

Bagi warga setempat, kehadiran 48 tim akademisi membuka peluang besar untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal secara efektif. Hilirisasi riset kampus kini dapat dirasakan langsung sebagai alat pemecah masalah kehidupan sehari-hari.

🌟 Kondisi Terkini dan Pijakan Masa Depan

Saat ini, 48 tim akademisi Undana telah berada di lapangan bersama masyarakat Sumba Tengah untuk menjalankan program pendampingan. Pelaksanaan kegiatan Tridarma ini menjadi momentum krusial dalam membuktikan dedikasi perguruan tinggi bagi daerah.

Melalui sinergi yang terjalin, Undana optimistis dapat menciptakan pengabdian yang berkelanjutan bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur.

“Semoga setiap ilmu yang dibagikan menjadi amal kebajikan, setiap inovasi yang diterapkan menjadi penggerak perubahan, dan setiap kolaborasi yang dibangun menjadi fondasi bagi kemajuan Sumba Tengah khususnya dan NTT pada umumnya,” tutup Prof. Paul.(*Sumber: Humas Undana-Iyl/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *