Satu partai langsung bertindak. Dua lainnya terkesan diam dan cuek. Nasib tiga anggota DPRD TTU yang diduga terkait intimidasi terhadap dr. Icha kini jadi sorotan publik.
BEBER FAKTA – Tragedi meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha terus memicu gelombang reaksi. Di tengah penyelidikan polisi, PDIP mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan kadernya, Veronika Lake. Sementara itu, Golkar dan PKB hingga kini belum menunjukkan sikap resmi terhadap dua kader mereka.
🚨 PDIP Langsung Nonaktifkan Veronika Lake
DPC PDI Perjuangan Kabupaten TTU resmi menonaktifkan sementara Veronika Lake dari seluruh aktivitas kepartaian. Keputusan itu diumumkan Wakil Ketua DPC PDIP TTU, Carolus Sonbay, didampingi Sekretaris Habel Manu Nufa dan Bendahara Andina Winantuningtias.
“Jika terbukti bersalah berdasarkan proses hukum yang berlaku, partai tidak akan memberikan perlindungan,” tegas Carolus Sonbay.
Menurutnya, PDIP akan mendukung pemberian sanksi sesuai aturan partai maupun AD/ART apabila proses hukum membuktikan adanya pelanggaran.
🤐 Golkar dan PKB Masih Pilih Diam
Berbeda dengan PDIP, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Golkar maupun PKB, baik di tingkat Kabupaten TTU maupun Provinsi NTT, terkait Norbertus Bani dan Therensius Lazakar yang juga disebut dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Icha.
Akibatnya, sikap kedua partai itu ikut menjadi perhatian publik.
👮 Polisi Terus Kumpulkan Bukti
Sementara itu, Polres TTU terus mendalami kasus tersebut. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan kerja dr. Icha di IGD RS Leona, serta mengumpulkan rekam medis dan hasil pemeriksaan psikologis korban.
“Kami sudah mengambil keterangan dari teman-teman dokter Icha yang pada saat kejadian itu ada di lokasi IGD,” ujar Kapolres TTU AKBP Eliana Papote.
Kini, publik menunggu hasil penyelidikan sekaligus sikap politik dari Golkar dan PKB terhadap kader mereka. (Vic-BF/Vip)











