LLKK Undana Anti Ribet & Anti “Main Belakang”

Go Digital! Sewa Aset dan Izin Riset Kini Tinggal Klik

Foto Cover: Dokumentasi UPT LLKK / Olahgrafis: Vico Patty-BF

UPT Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (LLKK) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi tancap gas ke era digital! Kini, layanan sewa aset hingga pengurusan izin riset bisa dilakukan secara online, cepat, transparan, dan minim birokrasi bertele-tele. 👏🔥

BEBER FAKTA – Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan LLKK Undana menuju Zona Integritas (ZI), Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

📲 Semua Serba Online, Proses Maksimal Dua Hari

Kepala UPT LLKK Undana, Nixon Ramang, menegaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar ganti sistem, tetapi juga mengubah budaya pelayanan menjadi lebih modern dan profesional.


😎😎😎Baca Berita Tentang Aktivitas Kampus Undana sambil Dengerin Musik Asyiiik yooook: Tiktok @beber_fakta ——>“Lawan 270 Kampus, Mi Kelor NTT Tembus KMI Expo!”

Melalui sistem barcode dan tautan online, mahasiswa, dosen, hingga pihak eksternal kini bisa mengajukan penyewaan lahan, alat, maupun izin penelitian tanpa harus bolak-balik kantor.

“Sistem ini memastikan semua notifikasi permohonan langsung masuk ke admin hingga pimpinan. Selain mempercepat durasi tindak lanjut maksimal dua hari, sistem ini meminimalisasi tatap muka langsung untuk mencegah potensi praktik gratifikasi,” tegas Nixon saat ditemui di Kantor LLKK, awal Mei 2026.

Selain lebih praktis, sistem digital ini juga memangkas jalur birokrasi manual yang selama ini sering dianggap lambat dan kurang efisien.

🌾 Kelola Lahan, Drone hingga GIS dalam Satu Sistem

Saat ini LLKK Undana mengelola banyak aset strategis yang nilainya tidak main-main. Mulai dari lahan pertanian seluas 3-4 hektare, kandang peternakan terintegrasi, kolam perikanan, hingga peralatan modern seperti drone dan traktor. 🚜📡

Tak hanya itu, tersedia juga layanan pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS) dan laboratorium plasma nutfah.

Kini seluruh pengelolaan aset tersebut diarahkan lewat sistem satu pintu agar lebih tertata sekaligus mendukung target peningkatan pendapatan unit.

Nixon bahkan optimistis pendapatan LLKK tahun ini bisa mencapai Rp70 juta dan terus naik hingga tembus Rp100 juta pada tahun-tahun mendatang.

“Publikasi media sosial dan kerja sama pihak ketiga akan terus kami perkuat agar layanan ini makin dikenal luas,” ujarnya.

⚡ Target Akhir: Cek Aset Real-Time, Bayar Online, Izin Otomatis

Pengelola layanan digital LLKK, Ebiet Robinson, mengungkapkan bahwa pengembangan sistem masih terus dilakukan secara bertahap menuju integrasi database penuh.

Nantinya, seluruh data aset, harga sewa, pembayaran, hingga penerbitan izin bakal terhubung dalam satu sistem terpadu. 😎

“Tujuan akhirnya adalah kenyamanan pengguna. Mereka bisa mengecek ketersediaan lahan atau alat secara real-time, membayar, dan mendapatkan surat izin secara otomatis tanpa harus melalui proses administratif yang berbelit,” jelas Ebiet.

Digitalisasi ini diharapkan mampu mendorong tata kelola kampus yang lebih akuntabel, modern, dan profesional di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Sumber: Humas Undana-Ref/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *