Usia Hanyalah Angka! 6 Tanda Kematangan Emosi Menurut Ahli Psikologi


beberfakta.web.id–

Dewasa secara mental dan empsional nyatanya tidak berbanding lurus dengan umur yang terus bertambah.

Ya, arti kedewasaan yang sesungguhnya tak sepenuhnya dapat diukur melalui fisik dan usia.

Meskipun orang-orang tumbuh dan berkembang secara fisik menjadi lebih cakap dalam kehidupan praktis mereka, namun kedewasaan emosional sering kali tumbuh lebih lambat.

leh karenanya, aspek kedewasaan secara emosional inilah yang terkadang tidak diperhatikan oleh sebagian besar orang.

Lalu, bagaimana ciri-ciri orang yang dewasa secara emosional menurut psikologi?

Dilansir dari phycologytoday.com, inilah enam aspek utama dari pendekatan orang dewasa untuk menandai kedewasaan emosional, diantaranya sebagai berikut.


  1. Mereka cenderung berpikiran rasional

Mereka membuat keputusan rasional atas dasar kepentingan pribadi dan masalah moral.

Seperti yang diamati oleh Murray Bowen, orang dewasa mampu membedakan antara proses perasaan dan proses intelektual dan memiliki kemampuan untuk memilih antara menjalankan fungsi mereka yang dipandu oleh perasaan atau pikiran mereka.

Mereka memiliki identitas yang kuat dan berusaha untuk hidup dengan integritas, sesuai dengan prinsip dan nilai mereka sendiri.


  1. Membuat tujuan serta mengidentifikasi tindakan yang perlu diambil untuk meraihnya

Dewasa membuat target serta melakukan langkah-langkah yang sesuai agar bisa mewujudkannya. Di sini pula mereka memutuskan apa saja yang menjadi fokus utama dalam kehidupan mereka.

Karena orang dewasa cenderung mengejar tujuan dan prioritas mereka dengan jujur, tindakan mereka lebih cenderung sesuai dengan kata-kata mereka.


  1. Mereka menghormati kesamaan dalam hubungan

Dewasa ini, individu menginginkan keseimbangan di antara mereka dan pasangannya dalam suatu hubungan.

Pada terapi suara, seorang psikolog menyatakan bahwa orang dewasa sudah memiliki kemampuan tak hanya untuk menerima melainkan juga membagikan kasih sayang.


  1. Sebagian besar di antara mereka adalah individu yang aktif.

Orang dewasa adalah orang yang proaktif dan tegas, mereka kebanyakan tidak pasif dan bergantung pada orang lain.

Mereka tidak merasa menjadi korban dari kehidupan atau mengeluh atau melimpahkan masalah mereka kepada orang lain.

Mereka justru menemui masalah atau tantangan dengan lansung dan berusaha mencari penyelesaian sendiri tanpa perlu tergantung pada pihak lain untuk memperoleh petunjuk.

Mereka meminta bantuan hanya pada hal-hal yang sungguh dibutuhkan, terutama dalam area-area dimana mereka kurang mahir.


  1. Terbuka dan tidak defensif

Orang yang matang secara emosional tidak memiliki reaksi defensif atau marah terhadap umpan balik. Mereka juga cenderung tidak akan langsung tidak setuju dengan komentar negatif.

Sebaliknya, mereka terbuka untuk mengeksplorasi ide-ide baru, menerima kritik yang membangun. Dengan demikian, mereka dapat memperluas pengetahuan diri dan kesadaran diri mereka.


  1. Memiliki kendali atas diri sendiri

Kebanyakan orang merasa tidak memiliki kendali atas pikiran dan perasaan mereka. Hal ini muncul secara tak terduga dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, orang dewasa memiliki kekuasaan penuh atas setiap hal yang mereka sadari. Mereka terkadang mengubah perilaku atau karakteristik yang tidak mereka sukai dalam diri mereka sendiri.

Dalam hal ini, orang dewasa mendekati kehidupan mereka dari sudut pandang bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri dan mereka akan menentukan mana yang terbaik untuk diri mereka sendiri.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *