DI SUATU pagi yang cerah di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, lantunan suara obrolan ringan para pejabat, akademisi, perbankan, dan pelaku usaha lokal menyatu dalam suasana hangat. Semua berkumpul untuk satu tujuan: menjaga denyut nadi ekonomi Kota Kupang tetap stabil di tengah gejolak harga nasional yang terus berubah.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melangkah ke podium dengan senyum tenang. Namun di balik ketenangannya, ada tekad besar yang telah ia ulang sejak awal menjabat: Kupang harus bertransformasi menjadi kota digital—bukan hanya untuk efisiensi layanan publik, tetapi juga untuk mengendalikan inflasi daerah.
“Dunia sudah bergerak ke arah digital, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara manual,” ujarnya tegas, membuka High Level Meeting TPID dan TP2DD Triwulan IV Tahun 2025, Rabu (5/11).
Kalimat itu menjadi pembuka dari sebuah pembahasan panjang mengenai stabilitas ekonomi dan masa depan digital Kota Kupang.
Digitalisasi yang Turun ke Warga
Bagi warga seperti Yuliana, pedagang sayur di Oebobo, dampak digitalisasi itu sangat terasa. Ia tak perlu lagi meninggalkan lapak dagangannya hanya untuk mengurus pembayaran retribusi pasar. “Sekarang semua lewat QRIS, cepat sekali. Tidak takut uang hilang,” katanya.
Begitu pula dengan Jefri, sopir angkutan kota. Ia merasakan lebih mudah mengakses informasi tarif dan rute melalui aplikasi layanan Dishub yang baru diluncurkan. “Kalau ada perubahan, langsung muncul di HP,” tuturnya.
Kisah-kisah kecil dari masyarakat seperti ini menjadi bukti bahwa transformasi digital bukan sekadar jargon pemerintah, melainkan realitas yang mempermudah hidup warga Kupang.
Inflasi Terkendali: Kupang Masuk Daftar Kota Terbaik di Indonesia
Kupang mencatat prestasi penting: inflasi year-on-year (yoy) 1,75% pada September 2025, sedikit naik menjadi 1,87% pada Oktober, dan tetap berada jauh di bawah rata-rata nasional.
Wali Kota Christian menegaskan, “Di Pemerintah Kota Kupang tidak ada superman, yang ada super team. Teamwork makes the dream work.”
Salah satu anggota super team itu adalah Muhammad Khairil, Kepala Bagian Ekonomi Kota Kupang. Dalam wawancara terpisah dengan beberfakta.web.id, Khairil memaparkan bahwa keberhasilan Kendali Inflasi 2025 adalah hasil kepatuhan Pemerintah kota Kupang pada enam instruksi nasional.
6 Instruksi Nasional yang Wajib Dilakukan Daerah
Khairil menuturkan bahwa Pemerintah Pusat telah menginstruksikan enam langkah wajib dalam pengendalian inflasi daerah:
- Gerakan Menanam — dipimpin Dinas Pertanian.
- Sidak Pasar & Distributor — memastikan pasokan dan harga tetap terkendali.
- Pasar Murah — oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
- Gerakan Pangan Murah (GPM) — oleh Bidang Ketahanan Pangan.
- Pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kegiatan pengendalian inflasi.
- Subsidi Transportasi dari APBD.
“Untuk tahun 2025 ini, Kota Kupang telah melakukan keenam upaya yang diinstruksikan Pemerintah Pusat. Itu sebabnya tingkat inflasi kita bisa tetap terjaga, ” tegas Khairil.
Ia kemudian menjelaskan konteks lebih besar dalam peta inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kupang Menentukan Arah Inflasi di NTT
Menurut Khairil, di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terdapat lima daerah yang menjadi acuan pengukuran inflasi oleh BPS:
- Kota Kupang
- SoE (Kab. TTS)
- Waingapu (Kab. Sumba Timur)
- Maumere (Kab. Sikka)
- Bajawa (Kab. Ngada)
“Kota Kupang mempunyai andil tertinggi dalam inflasi NTT, lebih dari 50 persen. Itulah yang membuat saya selalu mengingatkan rekan-rekan di Pemerintah Provinsi NTT agar ikut membantu menjaga inflasi di Kota Kupang,” ungkap Khairil.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa menjaga stabilitas inflasi Kota Kupang berarti menjaga stabilitas ekonomi NTT secara keseluruhan.
Digitalisasi Kota Kupang: Senjata Baru Kendali Inflasi

Transformasi digital yang digaungkan Pemerintah Kota Kupang bukan sekadar wacana. Sepanjang 2024–2025, sederet langkah nyata telah dirilis dan dijalankan secara bertahap.
Berikut adalah rangkuman langkah digitalisasi Kota Kupang yang makin memperkuat fondasi tata kelola, pelayanan publik, dan pengendalian inflasi:
- Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)
- Pembayaran retribusi pasar, parkir, dan layanan publik mulai menerapkan non-tunai melalui QRIS, virtual account, dan e-Wallet.
- Kerja sama intensif dengan bank-bank nasional untuk menutup celah kebocoran PAD.
- PAD berbasis digital naik signifikan dalam tiga tahun terakhir.
- Penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
- Peningkatan indeks SPBE Kota Kupang dalam KEPMEN 663 2024 dan percepatan pemenuhan target penilaian 2025.
- Penerapan sistem e-Office, Tanda Tangan Elektronik (TTE), dan arsip digital di seluruh OPD.
- Sistem manajemen kinerja ASN kini berbasis aplikasi real-time.
- Digitalisasi Layanan Publik
- Mall Pelayanan Publik (MPP) terintegrasi dengan layanan online berbasis aplikasi dan web.
- Sistem antrean digital mengurangi waktu tunggu hingga 70%.
- Layanan kependudukan, perizinan, hingga aduan masyarakat dapat diakses melalui kanal digital 24 jam.
- Smart Infrastructure untuk Kendalikan Inflasi
- Dashboard early warning inflation system yang memantau perkembangan harga 20+ komoditas secara harian.
- Integrasi data Dinas Perhubungan, Perdagangan, dan Pertanian untuk memantau pasokan, distribusi, dan pola konsumsi.
- Rencana pengembangan Digital Market Hub untuk menghubungkan petani, UMKM, dan konsumen secara langsung.
- Digitalisasi UMKM dan Keuangan Inklusif
- Lebih dari 9.000 UMKM telah onboarding ke platform digital sepanjang 2025.
- 80% transaksi UMKM binaan telah menggunakan pembayaran digital (QRIS).
Pemerintah Kota Kupang bersama bank menyiapkan Skema Kredit Ultra Mikro Digital bagi pedagang kecil.
Kupang Melaju dengan Layar Digital Terbentang
Ketika pertemuan TPID-TP2DD Triwulan IV berakhir pagi itu, para peserta meninggalkan aula dengan pandangan optimistis. Kota Kupang bukan lagi sekadar pusat pemerintahan—tetapi kini menjadi poros pengendalian inflasi NTT dan pionir digitalisasi daerah.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita,” ujar Wali Kota Christian Widodo.
Kupang telah mengubah arah layarnya.
Kini, kota ini melaju dengan stabilitas ekonomi dan digitalisasi sebagai dua sayap yang menguatkan. (Vico/Tim-BF/Vip/ADV)











