🚀 UNDANA MELEJIT! Riset Tembus Pendanaan Nasional 2026, Dari Alpukat Sampai Bio-Koji!

Foto: undana.ac.id / Olahgrafis: Vico Patty-BF

Gak main-main! Universitas Nusa Cendana kembali bikin gebrakan. Puluhan riset dosennya tembus pendanaan nasional 2026—langsung menyasar ekonomi rakyat hingga inovasi teknologi!

 

💥 Undana Tembus Pendanaan Nasional, Bukti Bukan Kampus Biasa!

BEBER FAKTA – Kabar panas datang dari Universitas Nusa Cendana (Undana). Berdasarkan data dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) BIMA, sejumlah proposal dosen Undana resmi lolos pendanaan tahun 2026.

Tak hanya itu, pendanaan ini mencakup berbagai skema strategis. Mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, hingga riset konsorsium unggulan berdampak.

Artinya, Undana tak sekadar mengajar. Kampus ini aktif mendorong inovasi nyata untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur.

 

🌱 Dari Limbah Jadi Cuan! Program Pengabdian Ini Bikin Takjub

Menariknya, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang lolos justru fokus ke solusi konkret di lapangan.

Beberapa inovasi yang mencuri perhatian antara lain:

  • AVOTEA: Limbah biji alpukat diolah jadi teh herbal di Desa Oelbubuk oleh Maria Prudensiana Leda Muga
  • GEMAR KEMIRI: Limbah kemiri disulap jadi briket di Kabupaten Kupang oleh Ni Putu Nursiani
  • Digital Akuakultur: Pembudidaya dibekali pemasaran digital oleh Immaria Fransira
  • Ketahanan Pangan Rote: Sistem peternakan modern terintegrasi oleh Verdy Ariyanto Koehuan

Program-program ini bukan sekadar teori. Mereka langsung menyentuh ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha baru.

 

🔬 Riset Keren! Dari Sapi Rote Sampai Air Bersih

Selain pengabdian, sektor penelitian juga gak kalah gila.

Beberapa riset strategis yang lolos antara lain:

  • Konservasi Sapi Rote oleh Ni Made Paramita Setyani
  • Manajemen krisis komunikasi bencana oleh Petrus Ana Andung
  • Teknologi green coating untuk air bersih oleh Remigildus Cornelis
  • Ekonomi biru berbasis rumput laut oleh Emilia Gie

Dengan kata lain, riset Undana menjawab isu nyata: pangan, lingkungan, ekonomi, hingga bencana.

 

🧠 Kata Kampus: Riset Undana Makin Inklusif!

Kepala LP2M Undana, Yosep Seran Mau, menegaskan capaian ini jadi sinyal kuat.

“Kami sangat bangga melihat keterwakilan berbagai prodi. Ini bukti semangat meneliti sudah mengakar di seluruh fakultas,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, dominasi bidang pertanian dan peternakan tetap selaras dengan visi Undana sebagai pusat riset lahan kering. Namun, bidang teknik, kesehatan, dan bisnis kini ikut menguatkan inovasi.

 

🧪 Riset Rp551 Juta! Bio-Koji Jadi Senjata Baru

Salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari skema Riset Konsorsium Unggulan Berdampak.

Antonius R B Ola memimpin riset BIO-KOJI NUSANTARA, yaitu pengembangan asam kojat dari mikroorganisme lokal Timor untuk industri krustasea nasional.

Nilainya? Fantastis! Pendanaan mencapai Rp551.569.000 untuk tahun 2026.

 

🔥 Undana Makin Gila Inovasi!

Capaian ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa Undana serius membangun daerah lewat riset dan pengabdian.

Dari desa hingga industri, dari limbah hingga teknologi tinggi—semuanya digarap. (Ing/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *