Kelangkaan LPG Makin Parah, Emak-Emak di Kupang Ngaku Syok Harga Naik Hampir 2 Kali Lipat Dalam Hitungan Minggu
BEBER FAKTA – Harga gas LPG 12 kilogram di Kota Kupang bikin warga geleng kepala. Dalam beberapa hari terakhir, harga tabung non-subsidi itu melonjak tajam hingga menyentuh Rp445 ribu per tabung, memicu keluhan luas dari masyarakat.
Kenaikan ekstrem ini terjadi di tengah kondisi LPG yang juga makin langka di sejumlah titik penjualan.
😱 Warga Kupang Mengeluh: “Naiknya Sudah Tidak Masuk Akal!”
Tri Yono (37), warga Kelapa Lima, mengaku syok saat membeli LPG 12 Kg dari reseller di kawasan Jalan Veteran.
“Dalam dua bulan terakhir harga gas 12 kg naik terus. Dari Rp245 ribu, Rp260 ribu, Rp270 ribu, lalu Rp360 ribu, Rp380 ribu, sampai sekarang Rp445 ribu. Naiknya gila-gilaan,” ujar Tri kepada beberfakta.web.id, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, lonjakan harga tersebut sangat memberatkan, terutama bagi keluarga yang bergantung pada LPG untuk kebutuhan harian.
“Kalau begini terus, masyarakat kecil makin susah. Mau masak saja jadi beban.”
Bukan hanya Gas di Kota Kupang yang sulit, BBM untuk Diesel juga Menggila!!!😳 Pemilik m9bil diesel siap-siap tekor!”
📉 Bukan Cuma Mahal, LPG Juga Langka di Banyak Titik
Tak hanya melonjak harga, warga juga mengeluhkan kelangkaan LPG 12 Kg yang makin terasa dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan sejumlah media lokal, termasuk pemberitaan akhir April hingga awal Mei, distribusi LPG non-subsidi di Kota Kupang mengalami gangguan sehingga stok di tingkat pengecer menipis.
Akibatnya, banyak reseller menjual dengan harga jauh di atas normal karena pasokan terbatas sementara permintaan tetap tinggi.
🚨 Diduga Ada Gangguan Distribusi dan Permainan Harga
Kelangkaan yang terjadi memunculkan dugaan adanya persoalan dalam rantai distribusi hingga potensi permainan harga di tingkat pengecer.
Tri Yono pun mendesak pihak terkait untuk segera turun tangan.
Tri Yon, “Kalau dibiarkan begini, harga bisa tembus setengah juta. Pemerintah harus cek distributor dan reseller.”
📌 Warga Minta Pemerintah dan Pertamina Turun Tangan
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera menstabilkan pasokan serta menertibkan penjualan di lapangan.
Sebab, bila kondisi ini terus berlanjut, beban ekonomi rumah tangga dipastikan makin berat. (Vic-BF/Vip)











