Andre Otta Ubah Konstelasi Calon Sekda Kota Kupang

Andre Otta Tembus Tiga Besar Seleksi Kota Kupang

SEPEKAN terakhir, nama Andre Otta menjadi buah bibir dalam seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang tahun 2025.

Nama Andre Otta membawa kontestasi seleksi Sekda yang membosankan menjadi terasa lebih menggigit dan lebih profesional.

Ia menjadi sebuah pilihan yang potensial, selain nama-nama yang lebih dulu telah diunggulkan menjadi Sekda Kota Kupang.

Andre hadir dalam kontestasi seleksi Sekda Kota Kupang sebagai yang termuda dari lima orang calon Sekda.

Ia berhasil menembus tiga besar menyisihkan dua orang seniornya dalam proses seleksi tersebut.

Keikutsertaannya dalam proses seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kota Kupang bukan sekadar mencoba kedalaman air.

Andre hadir dalam kontestasi itu atas seijin dari Walikota Kupang, sebagai atasannya.

“Keikutsertaan saya dalam proses seleksi Sekda, sudah diijinkan oleh Bapak Walikota Kupang, dr. Christian Widodo. Saya tentu harus meminta ijin kepada atasan saya. Dan Pak Walikota memberikan lampu hijau untuk saya ikut berkontestasi dalam proses seleksi Sekda Kota Kupang,” jelas Andre

Tidak hanya meminta ijin kepada Walikota Kupang, Sebagai seorang junior, Andre mengaku telah bertemu dan bicara secara dengan senior-seniornya yang ikut dalam proses seleksi Sekda.

“Sebelum mendaftar, saya sudah berbicara secara langsung dengan senior-senior saya. Memberitahukan soal keikutsertaan saya dalam proses seleksi Sekda Kota Kupang. Menurut saya itu adalah etika dalam birokrasi yang harus saya lakukan untuk menghargai senior-senior saya di dalam Pemerintahan”, terangnya.

Kehadiran Andre Otta dalam kancah pemilihan Sekda Kota Kupang merubah konstelasi pemilihan calon Sekda yang sebelumnya bertumpu pada nama senior-seniornyanya di Pemerintah Kota Kupang. Salah seorangnya adalah Jefri Pelt, nama yang telah lama terdengar sebagai calon kuat Sekda Kota Kupang dan didukung oleh berbagai kalangan.

“Saya dan pak Jefri Pelt saling mendukung. Saya mendukung pak Jefri sebagai senior saya di birokrasi, dan pak Jefri mendukung saya sebagai seorang junior yang ada dalam kontestasi yang sama,” jelas Andre Otta.

Satu tarikan nafas, lengkapi jajaran pemimpin muda di Kota Kupang

Dari berbagai perbincangan yang ditangkap beberfakta.web.id di kalangan masyarakat pemerhati Pemerintah Kota Kupang, cukup banyak yang optimis, dengan kapasitas dan kapabilitas Andre Otta yang dianggap tepat sebagai Sekda untuk membantu Walikota Kupang dalam menjalankan roda Pemerintahan Kota Kupang.

Salah satunya seperti yang diungkapkan Krispianus Matutina, Mantan Anggota DPRD Kota Kupang.

Krsipianus Matutina

Bagi Kris Matutina, kehadiran Andre Otta dalam seleksi Sekda Kota Kupang, merubah konstelasi Calon Sekda Kota Kupang, yang sebelumnya hanya bertumpu pada nama-nama birokrat senior di Pemerintahan Kota Kupang.

“Usianya yang masih muda, 39 tahun, akan melengkapi jajaran Pemimpin di Kota Kupang yang kini didominasi oleh generasi muda, seperti Ketua DPRD Kota Kupang, Walikota Kupang, Wakil Walikota Kupang. Mereka semuanya adalah generasi pemimpin era baru di Kota Kupang,” ujar Kris.

Kris juga mengingatkan agar sebagai user, Walikota Kupang, dr. Christian Widodo harus benar-benar selektif dalam menentukan Sekda Kota Kupang.

“Tentu semua dikembalikan kepada pak Walikota Kupang, dr. Christian Widodo. Beliau yang paling tahu siapa yang layak untuk membantunya menjalankan roda pemerintahan di Kota Kupang. Tetapi beliau harus benar-benar selektif dalam memilih, karena dalam lima tahun ke depan pak Wali harus di bantu oleh orang yang tepat dalam menjalankan pemerintahan,” jelas Kris Matutina.

Ikuti Wawancara Ekslusif dengan Andre Otta di akun Tiktok official Beber Fakta: Andre Otta, Dibuang Sayang

Siap Jika Terpilih

Andre Otta sendiri yang ditemui beberfakta.web.id di ruang kerjanya, Senin (6/10/2025) menyatakan kesiapannya jika dirinya terpilih menjadi Sekda Kota Kupang.

“Puji Tuhan saya bisa lolos seleksi melalui Panitia Seleksi, dan assessment, sampai di nominasi tiga besar yang akan diusulkan ke pusat. Tentu saya sudah mempertimbangkan dengan baik, termasuk dengan keluarga. Karena jika Tuhan mengijinkan menjadi seorang Sekda, waktu saya akan banyak terbuang untuk rakyat, bangsa dan negara, dan sedikit waktu dengan keluarga. Konsekuensi-konsekuensi itu sudah diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan baik,” jelas Andre

Ia juga mengatakan, soal keterpilihan bukan urusan dirinya, tetapi sudah menjadi urusan Tuhan, urusan pimpinannya, dan panitia seleksi.

“Soal terpilih atau tidak itu sudah menjadi urusan Tuhan, urusan pak Walikota Kupang dan Panitia Seleksi,” tegasnya.

Menurutnya, kelima calon yang mengikuti seleksi dan tiga calon yang terpilih adalah orang-orang terbaik dengan kemampuan untuk membantu pemimpin di Kota Kupang dalam bekerja.

“Yang pasti, kelima orang yang mengikuti tahapan seleksi dan tiga orang yang terpilih ke tiga besar, adalah orang-orang terbaik yang mempunyai nilai diri yang sama untuk membantu walikota dan wakil walikota dalam menjalankan visi dan misi yang telah ditetapkan,” jelas Andre.

Dalam pemaparannya pada proses seleksi di Pansel, Andre menawarkan ekosistim kebijagan berbasis inovasi untuk membangun worldclass birokrasi.

“Saya menawarkan Ekosistem Berbasis Inovasi untuk membangun worldclass Birokrasi dengan Segitiga Emas yang agile atau lincah,” papar Andre

Menurutnya Birokrasi saat ini yang berhadapan dengan revolusi industri 4.0 yang sangat cepat perubahannya membutuhkan sebuah proses adaptasi cepat untuk mengimbangi perubahan tersebut.

“Bicara soal Good Governance dan Dynamic Governance rasanya sudah tidak cukup untuk mengimbangi perubahan yang terjadi. Dan saya mengambil konsep Agile Birokrasi untuk menciptakan Birokrasi yang lebih adaptif, dinamis dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu Andre juga menekankan soal pembangunan manusia di Kota Kupang yang berujung pada pengentasan kemiskinan, sesuai yang diamanatkan oleh Presiden RI, juga membangun jejaring atau kolaborasi antara pemerintah, swasta, media, komunitas dan Akademisi.

Bagaimana hasil seleksi Sekda Kota Kupang, tentu sanat bergantung kepada Walikota Kupang, Andre Otta kini berada didalam tiga calon yang dinominasikan untuk menjadi Sekda Kota Kupang.

Dengan karir dan pengalaman birokrasi yang tokcer, Andre menjadi salah satu yang terbaik yang sayang untuk ‘dibuang’.(Tim-BF/Vip)

Ikuti Wawancara Ekslusif dengan Andre Otta di akun Tiktok official Beber Fakta: Andre Otta, Dibuang Sayang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *