Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan NTT menggelar demonstrasi di Polda NTT dan DPRD NTT, Kamis (16/7/2026). Aksi ini memprotes hasil akhir seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Panda Polda NTT Tahun Anggaran 2026 yang dinilai tidak berpihak kepada putra daerah.
BEBER FAKTA — Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa dan pemuda menilai hasil seleksi Akpol 2026 mencederai rasa keadilan. Mereka menyoroti tidak adanya peserta putra asli Nusa Tenggara Timur yang dinyatakan lulus dalam hasil akhir seleksi.
📌 Massa Pertanyakan Hasil Seleksi
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi menyebut hasil kelulusan tersebut menjadi tamparan bagi dunia pendidikan dan keadilan sosial di NTT.
Mereka menduga terdapat praktik manipulasi sistem, migrasi domisili fiktif, hingga dugaan kuota titipan yang menggeser peluang putra-putri asli NTT.
Baca juga : Enam Calon Akpol Polda NTT Jadi Sorotan
“Kami menduga kuat adanya celah manipulasi sistemis, praktik migrasi domisili fiktif, serta intervensi ‘kuota titipan’ yang menyingkirkan anak-anak kandung NTT dari tanah kelahirannya sendiri,” kata Sarah Lery Mboik.
Sarah menegaskan NTT bukan tempat menampung kuota peserta dari luar daerah. Ia juga mengkritik DPRD NTT yang dinilai belum menjadikan persoalan tersebut sebagai perhatian politik, meski menurutnya telah terjadi selama tiga tahun terakhir.
📋 Lima Tuntutan Massa Aksi
Aliansi menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah dan institusi kepolisian.
Pertama, meminta Polda NTT dan Dinas Dukcapil mengaudit dokumen domisili serta riwayat pendidikan seluruh peserta yang dinyatakan lulus.
Kedua, mendesak panitia seleksi membuka seluruh nilai peserta, mulai dari CAT akademik, psikologi, kesamaptaan jasmani, hingga kesehatan.
Ketiga, meminta penjelasan mengenai pembagian kuota reguler daerah dan kuota atensi atau Mabes.
Keempat, meminta Divisi Propam Mabes Polri dan KPK memeriksa panitia seleksi terkait dugaan penyimpangan.
Kelima, mendesak Kapolri mengevaluasi sistem perangkingan nasional serta menerapkan afirmasi minimal 70 persen kuota Akpol Polda NTT bagi putra-putri asli daerah.
“Kami menuntut hak istimewa (Afirmasi) minimal 70% kuota Akpol Polda NTT wajib dialokasikan khusus untuk putra-putri asli daerah yang lahir dan besar di NTT,” bunyi pernyataan sikap aliansi.
⚠️ Ancam Aksi Lanjutan
Massa menyatakan akan menggelar aksi dengan jumlah peserta lebih besar apabila tuntutan tidak direspons dalam waktu 4×24 jam.
Mereka juga berencana membawa mosi tidak percaya tersebut ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI di Jakarta.(*/Red.01-BF)











