Kabar besar untuk dunia kesehatan NTT! Undana resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) perdana yang diharapkan bisa mengatasi krisis dokter spesialis di daerah kepulauan.
BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) mencetak sejarah baru. Mulai 8 Juni 2026, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) resmi membuka pendaftaran mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pertama di Nusa Tenggara Timur.
Pada angkatan perdana ini, Undana membuka dua program spesialis, yakni Obstetrik dan Ginekologi (Obgyn) serta Anestesiologi dan Terapi Intensif.
🏥 Jawaban untuk Krisis Dokter Spesialis di NTT
Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menegaskan bahwa pembukaan PPDS menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah 3T.
Sementara itu, distribusi dokter spesialis di NTT masih timpang. Ketua Dewan Penasihat POGI NTT, dr. Laurens David Paulus, Sp.O.G., mengungkapkan hampir 30 dari sekitar 70 dokter Obgyn di NTT terkonsentrasi di Kota Kupang.
Akibatnya, banyak kabupaten kepulauan hanya memiliki satu dokter spesialis.
Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan rentan terganggu ketika dokter yang bertugas berhalangan hadir.
🎓 Kuota Terbatas, Peluang Besar
Untuk menjaga kualitas lulusan, Undana menetapkan kuota yang cukup ketat.
Program Spesialis Obgyn hanya menerima empat peserta setiap semester. Sedangkan Program Anestesiologi dan Terapi Intensif menerima tiga peserta per semester.
Pendaftaran berlangsung secara online melalui smmu.undana.ac.id hingga 22 Juni 2026.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA), tes tertulis, psikotes, dan wawancara.
💰 Beasiswa Disiapkan, Biaya Dibuat Kompetitif
Selain membuka akses pendidikan spesialis, Undana juga berupaya menghadirkan dukungan pembiayaan.
“Kami juga aktif menggalang kerja sama dengan para bupati di NTT agar pemerintah daerah bersedia memberikan beasiswa bagi dokter berstatus PNS atau CPNS daerah,” ujar dr. Christina.
Menurutnya, penerima beasiswa nantinya wajib kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
Untuk jalur mandiri, biaya SPP ditetapkan Rp15 juta hingga Rp17 juta per semester, sedangkan IPI sebesar Rp70 juta.
⚠️ Undana Tegas: Jangan Percaya Calo!
Tingginya minat terhadap PPDS membuat Undana mengeluarkan peringatan keras terkait praktik percaloan.
“Undana tidak melibatkan siapa pun atau institusi mana pun dalam seleksi mahasiswa baru. Semua melalui jalur resmi,” tegas dr. Christina.
Karena itu, seluruh proses seleksi dan pembayaran dilakukan secara elektronik dan transparan melalui sistem resmi kampus.
Melalui PPDS perdana ini, Undana menargetkan lahirnya lebih banyak dokter spesialis yang siap mengabdi di pelosok NTT dan mempersempit kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah. (Sumber: Humas Undana-IyL / Vip-BF)











