Pemerintah Sebut Narasi dalam Video Serang Presiden, Dinilai Bisa Picu Perpecahan
 BEBER FAKTA – Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mendadak jadi sorotan nasional usai mengunggah video berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral.”
Video berdurasi delapan menit itu memuat kritik terhadap hubungan kerja Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Namun tak lama setelah beredar, pemerintah langsung memberi respons keras.
Baca Berita Sambil Dengerin Musik Yoooookkk!!!: Tiktok @beber_fakta
🚨 Komdigi: Video Itu Hoaks dan Mengandung Fitnah
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan video tersebut mengandung informasi bohong.
Respons resmi itu disampaikan Menteri Komdigi, Meutya Hafid, melalui siaran pers pada Jumat (1/5/2026).
Meutya Hafid, “Video yang diunggah tersebut merupakan hoaks.”
Menurut Komdigi, isi video memuat narasi fitnah, ujaran kebencian, serta serangan personal terhadap Presiden Republik Indonesia.
⚠️ Dinilai Serang Martabat Presiden dan Bisa Picu Provokasi
Komdigi menilai narasi yang dibangun dalam video tersebut bukan sekadar kritik politik biasa.
Pemerintah menyebut isi pernyataan itu mengarah pada pembunuhan karakter dan upaya merendahkan martabat kepala negara.
Meutya, “Narasi tersebut merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara.”
Ia menambahkan, konten seperti itu berpotensi memecah belah masyarakat karena dinilai tidak berdasar fakta.
📌 Komdigi Siapkan Langkah Hukum
Komdigi memastikan tidak akan tinggal diam.
Kementerian menyatakan siap mengambil langkah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap penyebaran konten tersebut.
Selain itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk menjaga ruang digital agar tetap sehat dan tidak menjadi arena penyebaran provokasi.
“Mari jaga ruang digital yang sehat, produktif, dan aman,” tutup Meutya. (***/Vic-BF/Vip)











