Proyek Preservasi Mollo Sujian di Kelurahan Fatukuoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang belum selesai hingga batas waktu kontrak 31 Desember 2025, kontrak pekerjaan memiliki waktu 29 Hari Kerja, sangat pendek untuk ukuran proyek jalan sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.
KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Kontrak kerja dimulai pada 3 Desember 2025 dengan masa kontrak 29 hari kerja, hingga batas waktu pelaksanaan hanya sampai tanggal 31 Desember 2025.

Paket pekerjaan senilai Rp22,27 miliar yang bersumber dari APBN Murni itu dikerjakan oleh PT Amar Jaya Pratama (AJP) Group sebagai kontraktor utama, dengan Konsultan PT Arci Pratama Konsultan (APK), walau pantauan beberfakta.web.id di lapangan, proyek ini juga dikerjakan oleh kontraktor lokal PT Hutama Mitra Nusantara (HMN).

Hasil penelusuran beberfakta.web.id, PT AJP Group merupakan kontraktor yang berdomisili di Provinsi Aceh, sedangkan konsultan pengawas, PT APK, berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi tersebut dibenarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Paulus Hugo Zakarias.
“Iya, betul sekali data itu,” balas Hugo Zakarias singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menjelaskan soal keterlibatan PT. HMN yang membantu untuk tenaga dan peralatan agar pekerjaan bisa berjalan lancar.

“HMN, turut membantu untuk tenaga dan peralatan supaya bisa jalan lancar. Syukurlah bisa saling bantu supaya masyarakat bisa nikmati jalan aspal di tahun baru nanti. Prinsipnya yang utama kepentingan masyaraka. Karena kalau kami tidak berjibaku maka kapan masyarakat akan bisa nikmati jalan yg agak lumayan,” jelas Hugo Zakarias.
Hujan Deras Yang Menghambat
Pantauan beberfakta menunjukkan, proyek preservasi jalan sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer itu jauh dari kata rampung pada hari terakhir masa kontrak, yaitu 31 Desember 2025.
Pekerjaan proyek juga memiliki progres yang berbeda. Ruas jalan yang ditangani PT HMN terlihat lebih cepat, bahkan sebagian sudah memasuki tahap pengaspalan hotmix sepanjang kurang lebih satu kilometer. Sementara, pada ruas jalan yang dikerjakan PT AJP Group, hingga Rabu (31/12/2025), pekerjaan berada pada tahap penimbunan kembali dan pemadatan material tanah.

Terkait desas desus yang mengatakan pekerjaan proyek telah merusak pepohonan di Hutan Lindung milik Pemerintah, Hugo membantah hal tersebut. “Terkait pepohonan di hutan lindung yang dilewati oleh proyek jalan, semuanya sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” jawabnya.
Masyarakat Berterimakasih
Ketua RW 08, Kelurahan Fatukoa, Yorim Eliazer Lassa, yang diwawancarai beberfakta terkait perbaikan jalan di wilayahnya, mengungkapkan rasa terima kasih dari warga sekitar jalan Mollo Sujian yang sejak 21 tahun menantikan perbaikan jalan tersebut.

Ditengah situasi keterlambatan pengerjaan proyek ini, kontraktor pelaksana dituntut untuk mengoptimalkan pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas, sehingga proyek preservasi jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Vic-BF/Vip)











