Tiga hari tanpa kabar berakhir dengan penemuan jasad Yanto Kristo Benu di kamar penginapan Wilma. Kini, polisi mengantongi identitas wanita yang bersamanya.
BEBER FAKTA—Teka-teki kematian Yanto Kristo Benu (32) di Wilma Penginapan 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru.
Polres Kupang kini telah mengantongi identitas perempuan yang check-in bersama Yanto sebelum pria asal Kelurahan Lasiana itu ditemukan meninggal.
🕰️ Tiga Hari yang Berakhir Tragis
Cerita itu bermula pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Sekitar pukul 13.00 WITA, Yanto masih berkomunikasi dengan keluarganya.
Setelah itu, ia meninggalkan rumahnya di Kelurahan Lasiana. Yanto mengendarai sepeda motor Honda Beat merah bernomor polisi DH 6089 CN.
Sekitar pukul 14.30 WITA, ia tiba di Wilma Penginapan 1. Yanto kemudian melakukan check-in untuk kamar nomor 4.
Namun, sejak Minggu malam, keluarga mulai kehilangan kontak dengan Yanto. Kecemasan itu berlanjut hingga Senin dini hari.
Keluarga akhirnya membuat laporan orang hilang di Polresta Kupang Kota.
Sehari kemudian, Selasa, 4 Agustus 2026, pencarian itu menemukan jawaban yang pahit.
Yanto ditemukan tak bernyawa di kamar nomor 4 penginapan tersebut. KTP miliknya bahkan masih tersimpan di meja resepsionis sejak hari pertama ia memesan kamar.
🪖 Sosok Wanita yang Datang Bersama Yanto
Di tengah penyelidikan, perhatian polisi mengarah kepada seorang perempuan yang datang bersama Yanto.
Karyawan penginapan, Karlos Hambur (21), sebelumnya mengungkap kejanggalan saat keduanya tiba.
Perempuan itu tidak masuk ke area lobi ketika Yanto mengurus pemesanan kamar. Ia memilih berada di luar.
Wajah perempuan tersebut juga tertutup helm dan jaket tebal. Karena tidak tercatat sebagai tamu, identitasnya tidak masuk buku penginapan.
Kini, sosok yang sebelumnya misterius itu telah diketahui polisi.
Polisi menyebut perempuan tersebut berusia 30-an tahun dan bekerja di sektor swasta. Namun, identitas lengkapnya belum diumumkan kepada publik.
Randy mengatakan perempuan tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Kupang.
“Pelaku itu pekerjaannya swasta dan sudah dewasa dengan berusia 30-an tahun. Yang bersangkutan juga sedang tahap pengambilan keterangan,” jelas Randy.
Meski disebut sempat bersama Yanto, polisi belum mengungkap kapan perempuan tersebut meninggalkan penginapan.
Keterangan itu menjadi bagian penting untuk menyusun kembali rentang waktu sebelum Yanto ditemukan meninggal.
🔎 Barang-Barang di Kamar Menjadi Petunjuk
Penyidik juga mengamankan sejumlah barang dari kamar nomor 4.
Salah satunya satu buah kondom merek Sutra. Polisi juga menemukan sisa air mineral dan bungkus roti.
Barang pribadi Yanto turut diamankan. Di antaranya sikat gigi, sepasang sandal jepit, celana pendek, baju, dan jaket.
Dompet Yanto juga ditemukan. Isinya berupa uang tunai Rp1 juta dan kartu ATM masih utuh.
Kondisi itu membuat dugaan perampokan murni belum menjadi penjelasan atas kematian Yanto.
Namun, barang-barang tersebut tetap menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan polisi.
🧪 Penyebab Kematian Masih Menjadi Teka-teki
Identitas perempuan memang sudah diketahui. Namun, satu pertanyaan utama masih belum terjawab.
Apa penyebab Yanto meninggal?
Polisi masih menunggu hasil uji patologi anatomi di Laboratorium Kupang. Penyidik juga menunggu hasil pemeriksaan toksikologi di Puslabfor Bareskrim Polri.
Jenazah Yanto sebelumnya menjalani pemeriksaan medis mendalam dan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli Kupang.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
Randy menegaskan penyidik belum mendapatkan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Yanto.
“Untuk penyebab kematian korban, itu kami masih menunggu hasil uji patologi anatomi dan toksikologi. Kalau jumlah saksi yang diperiksa sudah enam orang,” pungkas Randy.
🧩 Polisi Menyatukan Potongan yang Terpisah
Penyidik kini tidak hanya mengandalkan satu petunjuk. Keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dan pemeriksaan laboratorium akan disinkronkan.
Polisi juga telah memeriksa enam orang saksi.
Menurut Randy, identitas perempuan tersebut akan diumumkan melalui konferensi pers setelah hasil pemeriksaan sampel Puslabfor Mabes Polri keluar.
Langkah itu dilakukan agar hasil laboratorium dapat disandingkan dengan hasil olah TKP dan keterangan para saksi.
Dengan demikian, setiap potongan informasi dapat diuji sebelum polisi menyampaikan kesimpulan kepada publik.
🌙 Misteri Belum Benar-Benar Berakhir
Kematian Yanto menyisakan rentang waktu yang masih harus dijelaskan penyidik. Ia meninggalkan rumah pada Sabtu siang. Beberapa jam kemudian, ia tiba di penginapan bersama seorang perempuan.
Tiga hari berikutnya, keluarga justru menemukan Yanto telah meninggal di kamar nomor 4.
Kini polisi telah menemukan satu bagian penting dari teka-teki itu. Sosok perempuan yang sebelumnya tertutup helm dan jaket telah diketahui identitasnya.
Namun, penyebab kematian Yanto masih menunggu jawaban dari pemeriksaan medis dan laboratorium.
Sampai hasil itu keluar, penyelidikan Polres Kupang masih terus berjalan untuk menyusun cerita lengkap di balik kematian Yanto Kristo Benu. (Vic-BF/Red.02-BF)











