UPT LLKK Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Kelurahan Lasiana menggelar pelatihan urban farming dan pengolahan sampah rumah tangga di Bank Sampah Lasiana Eco Resort, Kupang, Sabtu (26/9/2026). Inisiatif ini melatih kelompok ibu-ibu mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik cair serta memanfaatkan pekarangan rumah demi menekan pengeluaran belanja harian.
BEBER FAKTA— Universitas Nusa Cendana (Undana) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di Kelurahan Lasiana, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Melalui Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (UPT LLKK), akademisi Undana membagikan keterampilan teknis pengolahan limbah dapur dan pertanian perkotaan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) ini menyasar kelompok ibu-ibu dari lingkungan RT 19 hingga RT 25 Kelurahan Lasiana.
Program ini menjadi wujud nyata implementasi Implementing Agreement (IA) atas Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UPT LLKK Undana dan Kelurahan Lasiana. Kegiatan tersebut dirancang sebagai langkah berkesinambungan pascapeluncuran Bank Sampah Lasiana. Penyelenggara ingin memastikan fasilitas bank sampah terus berjalan melalui partisipasi aktif warga sekitar.
Menekan Pengeluaran dan Menjaga Ketahanan Pangan
Pelatihan difokuskan pada optimalisasi lahan pekarangan serta pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik cair (POC). Langkah ini membantu warga menekan biaya belanja harian sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Budi daya tanaman pangan skala rumah tangga juga secara langsung memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Lurah Lasiana, Yohanes F. L. Keluli, S.Sos., M.AP., memberikan apresiasi tinggi atas pendampingan yang diberikan tim akademisi Undana. Menurutnya, kehadiran pakar perguruan tinggi menghadirkan solusi ilmiah yang praktis dan efisien bagi masyarakat setempat.
“Mereka yang datang adalah orang-orang yang punya pengalaman. Kita semua memang punya pengalaman, tapi yang efisien, praktis, dan mudah untuk menghasilkan, mereka lebih punya ilmu. Kita ikuti dan implementasikan, ini sangat bagus dan kami berharap lokasi kita ini bisa menjadi contoh,” ujar Yohanes.
Baca Juga: Humas Undana Dampingi RSU Kelola Media Digital Pasca-Kerja Sama BPJS
Koordinator Bank Sampah EcoResort, Ebit Robinson Sonlay, A.Md., turut menegaskan manfaat penting dari pemanfaatan pekarangan rumah tersebut.
“Penyuluhan urban farming ini bertujuan mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing untuk menanam berbagai kebutuhan bahan di dapur, sehingga dapat mengurangi pengeluaran dapur kita,” jelas Ebit.
Teknik Pembuatan Pupuk Organik Cair Anaerob
Staf Laboratorium Lapangan Agroforestry dan Klimatologi UPT LLKK Undana, Yosua Tanggela, SP., M.Ling., memimpin langsung sesi praktik pengolahan sampah. Warga mempelajari teknik pembuatan POC menggunakan sistem anaerob atau tanpa udara. Dalam sesi ini, warga diajarkan cara memilah bahan serta mengelola proses fermentasi secara akurat.
Yosua memaparkan beberapa aspek teknis penting selama masa inkubasi 14 hari. Ia menekankan tata cara pemanfaatan air lindi dan batas suhu fermentasi yang tidak boleh melebihi 35°C. Selain itu, warga diperkenalkan pada jenis-jenis bahan organik yang wajib dihindari agar proses fermentasi berhasil.
Peralihan ke pupuk organik dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh dan lingkungan. Yosua menyebut program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Baca Juga: Bank Sampah Lasiana Eco Resort Diluncurkan, Undana dan Pemkot Kupang Bersinergi
“Jadi kita mengurangi pupuk kimia di mana itu tidak baik untuk organ kita. Program kerja sama dengan Undana bersama Kelurahan Lasiana bagi kami bagus karena peduli dengan kesehatan, jadi manfaatnya bukan hanya ekonomis tapi juga untuk kesehatan, dan harapannya ini bisa menjadi budaya,” tegas Yosua.
Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan
Melalui UPT LLKK, Undana berkomitmen melanjutkan program pendampingan berbasis kebutuhan riil di tingkat tapak. Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang terstruktur. Program ini ditargetkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Kota Kupang.(Die-BF)











