Bukan sekadar mi biasa! Mahasiswa Undana bikin gebrakan lewat “Mi Kelor” — murah, bergizi, dan siap lawan stunting.
BEBER FAKTA – Inovasi anak kampus kembali bikin bangga! Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menciptakan produk pangan lokal “Mi Kelor” yang tidak hanya lezat, tetapi juga punya misi besar: menekan angka stunting di NTT.
Lebih dari itu, produk ini langsung mencuri perhatian hingga tembus ajang nasional.
🚀 Tembus Nasional, Lawan 270 Kampus!
Tim Sahabat Kelor yang beranggotakan Aditia Cahya Saputra, Aurelia Esem, Dominikus Arcarius Depha Daki, dan Hector Abu Bakar Abdullah berhasil membawa inovasi mereka ke level berikutnya.
Mereka lolos sebagai 3 besar perwakilan kampus dalam ajang KMI Expo 2026 di Magelang, bersaing dengan 270 perguruan tinggi se-Indonesia.
🌿 Kenapa Harus Kelor?
Pilihan bahan bukan tanpa alasan. Daun kelor dikenal super kaya nutrisi dan melimpah di NTT. Namun, tantangannya ada di penerimaan masyarakat.
Karena itu, tim memilih strategi cerdas: ubah kelor jadi makanan favorit semua orang.
“Mi adalah makanan universal yang disukai semua orang. Kami mengolah daun kelor berkualitas tinggi menjadi mi bergizi yang tetap terjangkau, yakni Rp10.000 per porsi,” jelas Aurelia.
Tak berhenti di situ, mereka juga mengembangkan produk turunan seperti kompiang kelor.
⚙️ Proses Ketat, Bukan Asal Jadi
Sebelum dipasarkan, tim melewati proses panjang. Mereka ikut Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), lalu melakukan uji coba produk selama satu bulan.
Selain itu, mereka juga mengikuti pelatihan intensif agar produk layak konsumsi dan siap bersaing di pasar.
🤝 Angkat Ekonomi Warga Lokal
Menariknya, inovasi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan. Tim Sahabat Kelor juga menggandeng masyarakat Penfui sebagai pemasok daun kelor.
Artinya, produksi berjalan — ekonomi warga ikut bergerak.
💬 Dukungan Kampus Jadi Kunci
Ketua tim, Aditia, menegaskan bahwa perjalanan mereka tidak sendiri. Kampus ikut turun tangan penuh.
“Kami didukung penuh oleh universitas, mulai dari pencarian tutor hingga fasilitas keberangkatan ke Magelang,” ungkap Aditia.
Ia juga menambahkan, peran dosen pembimbing sangat penting dalam membentuk mentalitas usaha mereka.
🔥 Bukti Nyata Mahasiswa Bisa Jadi Solusi!
Meski harus membagi waktu antara kuliah dan bisnis, tim ini tetap konsisten. Hasilnya? Mereka tidak hanya berinovasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata untuk masalah gizi di daerah.
Kini, Mi Kelor bukan sekadar produk. Ini adalah gerakan perubahan. (Sumber: undana.ac.id/Vip-BF)











