Undana dan UMPSA Resmi Sepakati Program Double Degree Kimia Industri

Naib Canselor (Rektor) UMPSA, Prof. Ts. Dr. Yatimah Alias & Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., (Foto: Ist./Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) resmi menyepakati kerja sama program Double Degree untuk Program Studi Sarjana Kimia Industri. Kesepakatan bersejarah ini menandai program gelar ganda pertama Undana sejak berdiri pada 1 September 1962.

BEBER FAKTA— Penandatanganan dokumen *Memorandum of Agreement* (MoA) berlangsung di Bilik Mesyuarat Lembaga Pengarah Universiti, Bangunan Canseleri, UMPSA Kampus Pekan, Pahang, Malaysia.

Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menandatangani dokumen tersebut bersama Naib Canselor UMPSA Prof. Ts. Dr. Yatimah Alias. Kerja sama ini melibatkan Fakultas Sains dan Teknik Undana serta Fakultas Sains dan Teknologi Industri (FSTI) UMPSA.

Cetak Sejarah 64 Tahun Undana

Penyelenggaraan program gelar ganda ini mencatatkan sejarah baru dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Undana. Inisiatif internasionalisasi ini membuka akses pendidikan global bagi mahasiswa dari kawasan Indonesia timur.

Lewat program ini, mahasiswa berkesempatan meraih dua gelar akademik sekaligus. Mahasiswa juga dapat menguasai bahasa internasional serta memperluas jaringan profesional lintas negara.

Membuka Peluang Bagi Mahasiswa Daerah

Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale menegaskan kerja sama ini berfokus pada masa depan mahasiswa. Program ini memberi kesempatan kuliah luar negeri bagi anak muda dari pelosok daerah seperti Timor, Flores, Sumba, hingga Rote.

Baca Juga: 

“Di tengah perubahan dunia yang cepat, lulusan membutuhkan lebih dari satu perspektif. Double Degree memberikan ilmu berlipat, jaringan berlipat, dan peluang kerja yang berlipat ganda,” ujar Prof. Jefri dalam sambutannya.

Implementasi MoU dan Rekam Jejak Kolaborasi

Persetujuan MoA ini merupakan bentuk implementasi konkret dari *Memorandum of Understanding* (MoU) yang ditandatangani pada 29 November 2024. Pemilihan UMPSA didasari keunggulan di bidang teknik, teknologi, dan kemitraan industri.

Baca Juga: Sterilisasi Massal 80 Anjing-Kucing, Undana Tekan Risiko Rabies NTT

Sementara itu, Undana unggul dalam riset wilayah kepulauan lahan kering serta pemberdayaan masyarakat. Sebelum MoA ini, kedua universitas telah menjalankan program magang industri empat mahasiswa Undana di UMPSA, kongres internasional ESCHE 2025, dan kolaborasi publikasi ilmiah 2026.

Kemitraan Serumpun Indonesia-Malaysia

Naib Canselor UMPSA Prof. Ts. Dr. Yatimah Alias menyebut kemitraan ini berjalan alami karena kedekatan budaya dan bahasa. Nilai-nilai serumpun antara Malaysia dan Indonesia memperkuat landasan kolaborasi kedua institusi.

“Kerjasama antarabangsa yang bermakna bukan sekadar berhenti pada pemeteraian dokumen, tetapi perlu mewujudkan peluang yang menghubungkan mahasiswa, akademik, mencetuskan idea baharu serta menghasilkan manfaat kepada kedua-dua institusi dan komuniti,” jelas Prof. Yatimah.

Ia menambahkan bahwa program gelar ganda ini memupuk kepercayaan diri serta kemampuan adaptasi internasional mahasiswa.

Pengembangan Riset dan Jaringan Global

Ke depan, Undana dan UMPSA sepakat memperluas kolaborasi ke bidang riset terapan. Fokus riset mencakup ketahanan pangan, pertanian lahan kering, sumber daya maritim, energi terbarukan, kesehatan masyarakat, dan teknologi digital.

Inisiatif ini juga mencakup pertukaran dosen, supervisi bersama (*joint supervision*), serta pengabdian masyarakat terpadu.

Selain itu, pihak UMPSA mengundang delegasi Undana menghadiri Persidangan dan Pameran Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2027 di Kuala Lumpur. Undana juga diundang bergabung dalam jaringan *Asia Pacific Advanced TVET Hub* untuk memperluas interaksi di kawasan Asia-Pasifik.(Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *