Di bawah gempuran ombak pesisir Pantai Aimere, ancaman bencana alam senantiasa mengintai keselamatan ratusan warga Desa Aimere Timur. Demi menjaga kehidupan di garis pantai tersebut, akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) melangkah langsung merangkul warga lewat Program DESTANA Aimere Timur.
BEBER FAKTA—Ancaman bencana alam di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur bukanlah perkara ringan yang bisa diabaikan begitu saja. Kesadaran itulah yang mendorong kolaborasi nyata antara akademisi Undana, BPBD Kabupaten Ngada, dan Pemerintah Desa Aimere Timur. Pada Senin (20/7/2026), mereka mengeksekusi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) demi membentengi warga dari risiko bencana.
🌊 Mengubah Pesisir Rentan Menjadi Benteng Pertahanan
Kawasan pesisir Pantai Aimere, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, menyimpan keindahan sekaligus potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam. Oleh karena itu, Undana mengusung tema pengabdian “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penguatan Sistem Tanggap Darurat”. Rangkaian kegiatan ini dipusatkan di kantor desa serta kawasan Pesisir Pantai Aimere untuk Mendorong partisipasi aktif warga.
🗺️ Menyusun Jalur Evakuasi Hingga Simulasi Darurat
Melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim Undana tidak sekadar datang memberikan materi teori di dalam ruangan. Warga diajak memetakan wilayah rawan, menyusun jalur evakuasi, hingga mempraktikkan pelatihan pertolongan pertama secara mendalam. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan simulasi situasi darurat agar warga memiliki pengalaman langsung saat bencana benar-benar terjadi.
💬 Belajar Bertahan dan Merespons Keadaan Darurat
Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun desa yang tangguh terhadap berbagai ancaman bencana. Perwakilan Ketua Tim PkM Undana, Ratno Susanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya pengalaman praktis bagi warga pesisir.
“Oleh karena itu, kami menghadirkan berbagai kegiatan seperti sosialisasi kebencanaan, identifikasi risiko, penyusunan rencana evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, hingga simulasi tanggap darurat agar masyarakat memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Ratno.
🤝 Langkah Strategis Mendorong Kesadaran Bersama
Pemerintah Desa Aimere Timur memberikan apresiasi penuh atas kepedulian dan aksi nyata dari Kampus Undana. Sekretaris Desa Aimere Timur, Alexander Soda Doa, yang mewakili Kepala Desa, menilai kegiatan ini sangat strategis bagi masa depan desanya.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memiliki kemampuan untuk bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat. Ketangguhan desa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” ujar Alexander.
🛡️ Menjadikan Kesiapsiagaan Sebagai Budaya Pesisir
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ngada, Nyongki Ruda. Pihaknya menekankan pentingnya membangun kapasitas lokal sebelum bantuan pihak luar tiba di lokasi bencana.
“Desa Tangguh Bencana bukan sekadar sebuah program, tetapi sebuah proses membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengenali ancaman, mengurangi risiko, serta melakukan penanganan awal secara cepat sebelum bantuan dari luar datang. Dengan masyarakat yang siap, dampak bencana dapat diminimalkan,” tegas Nyongki.
🌿 Dedikasi Akademisi untuk Keselamatan NTT
Kini warga Desa Aimere Timur memiliki modal pengetahuan dan keterampilan praktis untuk melindungi keluarga mereka. Melalui keberhasilan **Program DESTANA Aimere Timur**, Undana membuktikan bahwa riset ilmiah tidak berhenti di ruang kuliah semata. Ilmu pengetahuan hadir meretas persoalan nyata di tengah masyarakat NTT demi terwujudnya lingkungan yang aman, tangguh, dan sejahtera.(*Sumber: Humas Undana-Audc/Red.01-BF)











