Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong penerapan ekonomi hijau untuk memperkuat pariwisata Labuan Bajo. Dorongan itu mengemuka dalam hari kedua 4th International Conference on Economics, Management, Accounting & Tourism (ICEMAT) 2026.
BEBER FAKTA— ICEMAT 2026 berlangsung di Zasgo Hotel, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana menggelar konferensi tersebut secara hibrida.
Fokus pada Pariwisata Berkelanjutan
Konferensi mengusung tema “Go Green, Stay Competitive: Practical Tools for Sustainable Tourism Businesses”. Forum ini mendorong penguatan sektor pariwisata dan perekonomian kawasan pascabencana gempa.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., membuka forum tersebut secara daring.
Sejumlah pembicara turut hadir dalam konferensi internasional itu. Mereka antara lain Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., sebagai keynote speaker.
Pembicara lainnya yakni Prof. Huub Mudde, Ph.D. dari Maastricht School of Management, Belanda. Ada pula Dr. Saroja Asthana dari Mishi Institute of Business Management, India.
Selain itu, hadir Andy M.T. Marpaung, S.H., Direktur Utama BPOLBF Labuan Bajo. Prof. Madya Dr. Mohd Hasimi Bin Yaacob dari Universiti Kebangsaan Malaysia juga menjadi pembicara.
Promosi Labuan Bajo ke Dunia
Dekan FEB Undana, Dr. Rolland E. Fanggidae, S.Si., MM., mengatakan keberlanjutan pariwisata bergantung pada pengelolaan saat ini.
“Pariwisata sebuah daerah keberlanjutannya itu sangat bergantung dari pengelolaan kita hari ini,” kata Rolland.
Menurutnya, konferensi tersebut juga menjadi ruang promosi Labuan Bajo kepada masyarakat internasional.
Baca Juga: PPID Undana Bidik Predikat Informatif pada Monev Keterbukaan 2026
“Kami menjadikan wadah ini untuk promosi ke semua negara untuk ayo kembali berkunjung ke Labuan Bajo,” ujarnya.
FEB Undana juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan diversifikasi usaha. Selain itu, forum tersebut memfasilitasi publikasi ilmiah internasional.
Libatkan 30 Pelaku UMKM
Rangkaian hari kedua ICEMAT 2026 diawali pengabdian masyarakat internasional. Kegiatan itu melibatkan akademisi Undana, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dan mitra perguruan tinggi dari India.
Sebanyak 30 pelaku UMKM rintisan di Labuan Bajo mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas. Mereka juga mengikuti sesi konferensi untuk menyerap paparan akademik internasional.
Pelatihan tersebut berfokus pada diferensiasi dan diversifikasi produk. Langkah itu diarahkan untuk membantu pelaku usaha menghadapi perubahan situasi krisis.
Rolland mengatakan pelaku UMKM rintisan masih bergantung pada event dan kunjungan wisatawan.
“UMKM rintisan itu sangat tergantung kepada event maupun kunjungan. Ketika event dan kunjungan berkurang, pasti akan sangat berpengaruh kepada pendapatan,” katanya.
Karena itu, pelaku usaha didorong mengembangkan lebih banyak pilihan produk untuk menjangkau pasar.
“Tidak hanya bergantung kepada satu produk, tapi mungkin ada produk-produk lain yang bisa diterima oleh pasar di situasi-situasi yang mungkin seperti situasi saat ini,” ujar Rolland.
Undana dan UKM Perkuat Kerja Sama
ICEMAT 2026 juga menjadi momentum penguatan kerja sama akademik internasional. FEB Undana dan Faculty of Economics and Management UKM menandatangani Letter of Intent (LoI).
LoI tersebut menjadi langkah menuju kesepakatan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi.
Dokumen ditandatangani Dekan FEB Undana Dr. Rolland E. Fanggidae, S.Si., MM., CHCP-A., dan Dekan Faculty of Economics and Management UKM, Prof. Dr. Mohd Azlan Shah Zaidi.
Kerja sama itu mencakup keikutsertaan Undana dalam konsorsium Malaysia–Indonesia International Collaboration on Economics, Management and Accounting (MIICEMA).
Kedua pihak juga menunjuk koordinator joint activity. UKM menunjuk Prof. Datin. Dr. Nor Liza Abdullah, sedangkan Undana menunjuk Dr. Rolland E. Fanggidae.
Selain itu, kerja sama mencakup pengembangan berbagai program akademik bersama.
33 Makalah Diproses untuk Publikasi
Rangkaian ICEMAT 2026 kemudian ditutup oleh Dekan FEB Undana, Dr. Rolland E. Fanggidae.
Sebanyak 33 makalah ilmiah dipresentasikan para peneliti dalam konferensi tersebut.
Selanjutnya, makalah-makalah tersebut diproses untuk publikasi pada berbagai jurnal internasional bereputasi dan jurnal terindeks SINTA.(Die-BF)











