Sejumlah ASN Pemerintah Kota Kupang membeli brokoli, jagung pulut, dan sayuran langsung dari kebun petani di Kelurahan Bello, Senin (21/9/2026) sore.
BEBER FAKTA— Kegiatan tersebut berlangsung di kebun milik petani RT 006, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Para ASN memilih sendiri hasil pertanian yang hendak dibeli sekaligus melihat kondisi tanaman.
Belanja Langsung dari Kebun
Belanja langsung mempertemukan petani sebagai produsen dengan konsumen tanpa rantai pemasaran yang panjang.
Selain memperoleh bahan pangan yang baru dipanen, konsumen dapat melihat proses budidaya dan kondisi tanaman secara langsung.
ASN Pemerintah Kota Kupang, Lenny Karsten, mengatakan pengalaman belanja langsung berbeda dari membeli sayuran di pasar.
“Belanja sayur langsung dari petani terasa jauh lebih segar, renyah, dan rasanya lebih enak karena baru saja dipanen. Jagung pulutnya juga enak, manis, dan segar,” kata Lenny.
Menurut Lenny, pembelian langsung juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.
Konsumen Bantu Serap Hasil Panen
ASN lainnya, Wiwin Pungkasari, mengatakan kedatangan konsumen memberi kesempatan kepada petani memperkenalkan hasil pertanian mereka.
“Dengan datang langsung ke kebun, kita bisa melihat sendiri hasil pertanian yang dihasilkan petani. Sekaligus kita membantu agar hasil kebun mereka dapat terserap,” katanya.
Baca Juga: Temuan Administrasi Keuangan Desa Oebelo Tak Bisa Dianggap Biasa
Sementara itu, Naomi Haba menilai belanja langsung dapat menjadi alternatif pemasaran hasil pertanian masyarakat.
“Petani tidak hanya membutuhkan bantuan dalam bentuk bibit atau sarana produksi, tetapi juga membutuhkan pasar. Ketika konsumen datang dan membeli langsung, hasil panen mereka bisa lebih cepat terjual,” ujarnya.
Informasi Kebun Menyebar lewat Media Online
ASN lainnya, Jek Ndun dan David Ndun, mengetahui keberadaan kebun tersebut melalui informasi media online.
Jek mengatakan informasi itu berasal dari pemberitaan yang diposting Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene.
“Kami mendapat informasi dari media online yang diposting Pak Goris Takene. Karena itu kami tertarik datang langsung ke lokasi untuk melihat sekaligus membeli hasil kebun petani,” kata Jek.
Menurut Jek, harga hasil pertanian relatif bersahabat. Namun, kesegaran produk menjadi pertimbangan utama.
“Soal harga tentu jauh lebih bersahabat. Tetapi yang paling penting bagi kami adalah sayur dan jagungnya masih segar, baru dari kebun, sehingga enak untuk dikonsumsi,” ujarnya.
David Ndun juga mengatakan dirinya mengetahui informasi kebun petani Bello melalui media online. Ia kemudian datang dan membeli hasil pertanian secara langsung.
“Kami mengetahui informasi ini dari media online yang diposting Pak Goris Takene. Kami kemudian datang langsung dan membeli hasil kebun petani,” kata David.
David mengatakan konsumen dapat melihat kondisi hasil pertanian sebelum membeli.
“Sayur dan jagungnya masih segar. Kita bisa melihat langsung dari kebun dan memilih sendiri yang mau dibeli. Harganya juga cukup bersahabat,” ujarnya.
Petani Dapat Pasar Langsung
Bagi petani, transaksi langsung memberi manfaat karena hasil panen tidak harus seluruhnya dibawa ke pasar.
Petani Bello, Berita Abuk, mengatakan kedatangan konsumen memberi peluang lebih luas untuk menjual hasil panen.
“Kami senang kalau pembeli datang langsung ke kebun. Hasil panen bisa langsung terjual dan pembeli juga bisa melihat sendiri kondisi tanaman sebelum membeli,” katanya.
Petani lainnya, Dortia Tuan, mengatakan brokoli, jagung pulut, dan sayuran lainnya menjadi hasil usaha kebun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau hasil kebun dibeli langsung seperti ini, kami merasa usaha bertani juga dihargai. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mau datang membeli langsung dari petani,” ujarnya.
Transaksi langsung tersebut mempertemukan petani dan konsumen tanpa harus selalu melalui pasar.
Bagi petani Bello, pembelian langsung membantu pemasaran hasil pertanian skala keluarga. Sementara konsumen dapat memperoleh pangan segar dan mengetahui asal produk yang dibeli.(Goe-BF/Die-BF)











