Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (DPD IMM NTT) menggelar diskusi publik untuk mengulas arah pembangunan Kota Kupang pada kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.
BEBER FAKTA— DPD IMM NTT menggelar ruang refleksi dan dialog interaktif ini guna mengapresiasi capaian pemerintah sekaligus menyampaikan kritik konstruktif. Forum ini menghadirkan tokoh politisi, akademisi, jajaran Pemkot Kupang, serta ratusan mahasiswa.
Apresiasi Capaian dan Sikap Kritis
Ketua DPD IMM NTT Cakti Flobamorrinci A. Kirie menilai pembangunan Kota Kupang menunjukkan berbagai perkembangan positif. Menurutnya, capaian ini perlu disebarluaskan sebagai pembelajaran dan inspirasi bagi daerah lain.
Namun, Cakti menegaskan forum ini tidak sekadar menjadi ajang pujian semata. IMM NTT tetap menjaga sikap kritis guna merumuskan rekomendasi konkret bagi pembangunan kota.
“Kami ingin masyarakat di dalam maupun di luar Kota Kupang mengetahui bahwa Kota Kupang telah menunjukkan berbagai kemajuan. Hal-hal baik yang sudah dilakukan tentu patut diapresiasi dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain serta pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Cakti.
Baca Juga: Komunitas Ojek Online UCB & Stikom Kota Kupang Deklarasikan Keselamatan
“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti pada apresiasi. Kami juga ingin mengetahui arah pembangunan Kota Kupang ke depan, apa saja yang masih menjadi tantangan, dan langkah konkret apa yang dapat dilakukan secara bersama-sama,” lanjutnya.
Dorong Kolaborasi dengan Civil Society
IMM NTT mendorong pembentukan ekosistem kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pemuda, dan dunia usaha. Cakti berharap ruang dialog terus berlanjut secara konsisten tanpa berhenti pada kegiatan seremonial.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menegaskan posisi strategis mahasiswa untuk merumuskan gagasan dan solusi nyata bagi kemajuan Kota Kupang.
“Kami berharap Pemerintah Kota Kupang terus hadir dan membersamai civil society dalam berbagai ruang dialog, diskusi, dan forum transformasi. IMM siap memberikan gagasan, kritik, rekomendasi, maupun kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Kupang,” kata Cakti.
Kemandirian Organisasi dan Harapan Ke Depan
Diskusi publik ini diikuti oleh 167 peserta dari berbagai kalangan. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya internal pengurus DPD IMM NTT sebagai bentuk kemandirian organisasi.
Cakti mengingatkan Wali Kota Kupang agar tidak cepat berpuas diri terhadap berbagai penghargaan. Ia berharap capaian saat ini menjadi energi baru untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
“Kami berharap Bapak Wali Kota tidak pernah merasa cukup dengan berbagai prestasi dan apresiasi yang telah diraih. Justru capaian tersebut harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegas Cakti.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat harus berada dalam satu ekosistem kolaborasi. IMM ingin menjadi bagian dari ekosistem itu,” pungkasnya.(Die-BF)











