Buka SMSI CUP I 2026, Kadispora NTT, “Tidak Ada Juara yang Datang dari Langit”

Kadispora Prov. NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., saat mewakili Wakil Gubernur NTT, membuka dengan resmi Turnamen Voli SMSI CUP 1 Tahun 2026, di Auditorium Bahtera Artha Wacana, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Jhony Jacob/Olahgrafis Diego Tristan-BF)
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) NTT Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T. membuka Turnamen Bola Voli SMSI CUP I 2026. Ia menegaskan, kompetisi harus menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju prestasi.

BEBER FAKTA— Pembukaan turnamen berlangsung di GOR Bahtera Nuh Artha Wacana, Universitas Kristen Artha Wacana (UNKRIS) Kupang. Sebanyak 22 tim ambil bagian dalam turnamen yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT.

Juara Lahir dari Proses

Dalam sambutannya, Alfonsus mengapresiasi penyelenggaraan SMSI CUP I 2026. Menurutnya, turnamen menunjukkan komitmen pemerintah, pengurus olahraga, media, dan berbagai pihak.

“Sebagaimana yang disampaikan Ketua Umum PBVSI NTT bahwa terdapat 37 turnamen untuk tahun ini. Saya pikir ini awal yang baik,” ujar Alfonsus.

Baca juga: PJKR UKAW Menang 3-0, Buka SMSI CUP I 2026 dengan Gemilang

Ia menilai keterlibatan berbagai elemen menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Kehadiran 22 tim juga menunjukkan besarnya antusiasme terhadap perkembangan bola voli di NTT.

“Ini menunjukkan satu komitmen yang besar bagi pengurus yang ada saat ini untuk memajukan olahraga bola voli Indonesia,” katanya.

Alfonsus menegaskan, keberhasilan olahraga tidak cukup hanya melalui suksesnya sebuah pertandingan. Kompetisi harus meningkatkan pengalaman, kemampuan, mental bertanding, dan prestasi atlet.

“Tidak ada juara yang datang dari langit. Juara itu datang dari usaha-usaha yang luar biasa,” tegasnya.

Fokus Pembinaan Atlet Muda

Alfonsus memberi perhatian khusus terhadap pembinaan atlet usia muda. Menurutnya, masa depan bola voli Indonesia bergantung pada kemampuan menyiapkan atlet sejak usia dini.

Karena itu, SMSI CUP I 2026 harus menjadi bagian dari proses pembinaan. Turnamen tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan.

Ia berharap kompetisi tersebut mampu menemukan bibit unggul NTT untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional.

“Saya berharap sekali dalam kesempatan ini akan ada bibit-bibit unggul untuk mementaskan bola voli agar bisa melangkah ke tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Alfonsus, potensi atlet NTT dapat berkembang melalui pembinaan konsisten, kompetisi berkelanjutan, pelatih berkualitas, serta dukungan organisasi.

Ia juga meminta semua pihak terus mengevaluasi perkembangan atlet setelah mengikuti kompetisi.

“Jangan pernah berhenti bekerja untuk kemajuan olahraga bola voli,” katanya.

Evaluasi Jadi Bagian Kompetisi

Alfonsus menekankan, turnamen harus memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan olahraga. Evaluasi perlu melihat kemampuan atlet, kelembagaan, mental bertanding, dan kualitas kompetisi.

“Target itu penting, tetapi yang lebih penting adalah seberapa luas kita bisa membuat atlet ini menjadi lebih baik. Apakah ada peningkatan? Apakah institusi semakin kuat? Apakah institusi semakin baik? Apakah mental bertanding meningkat?” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi harus menjadi bagian setiap kompetisi. Dengan begitu, turnamen menghasilkan catatan pembinaan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Evaluasi akan kita lakukan hari ini sampai nanti. Apakah kita puas dengan prestasi yang kita punya? Tidak. Kita perlu kerja keras,” tegas Alfonsus.

Pemerintah dan Media Diminta Bersinergi

Alfonsus juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, pengurus olahraga, media, atlet, wasit, pelatih, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita harus bersatu padu untuk mewujudkan mimpi ini menjadi nyata,” katanya.

Ia menilai media memiliki peran dalam membangun ekosistem olahraga. Selain menyebarkan informasi pertandingan, media dapat memberi ruang bagi atlet dan prestasi olahraga daerah.

SMSI CUP I 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut melalui kompetisi yang sehat dan kompetitif.

“Sudah pasti bola voli akan menjadi perhatian penting. Kita harus terus berjalan dengan baik. Kita tidak hanya sukses penyelenggaraan, kita harus sukses prestasi,” ujarnya.

SMSI CUP I Jadi Bagian Pembinaan

Alfonsus menyebut SMSI CUP I 2026 sebagai bagian dari evaluasi, eksistensi, dan komitmen bersama mengembangkan bola voli.

Setiap pertandingan, menurutnya, harus memberi pengalaman bagi atlet sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pengurus.

“Bahwa kegiatan hari ini merupakan bentuk evaluasi, eksistensi, dan komitmen bersama dalam mengembangkan olahraga ini sebagai salah satu tangga kecil untuk memajukan tim bola voli Indonesia,” katanya.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta meningkatkan kemampuan dan menjunjung sportivitas selama turnamen.

Dengan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, Alfonsus secara resmi membuka SMSI CUP I 2026.

“Dengan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Bola Voli SMSI CUP I 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Alfonsus. (Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *