Bank Sampah Lasiana Eco Resort Diluncurkan, Undana dan Pemkot Kupang Bersinergi

Foto & Olahgrafis: Diego Tristan-BF
Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Kota Kupang meluncurkan Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

BEBER FAKTA— Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk menangani sampah rumah tangga sekaligus mengembangkan potensi ekonomi warga.

🤝 Undana dan Kelurahan Lasiana Teken Kerja Sama

Peluncuran berlangsung di Kelurahan Lasiana, RT 022/RW 06, Kota Kupang.

Undana melalui Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (UPT LLKK) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kelurahan Lasiana.

Kedua pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman (MoU) antara Undana dan Pemkot Kupang.

Kepala UPT LLKK Undana, Nixon Ramang, S.Hut., M.Si., menegaskan pentingnya kampus menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

“Salah satu yang paling penting dari kami adalah tagline berdampak, kami tidak ingin apa yang selama ini kami pelajari kami simpan di dalam meja.”

Menurut Nixon, sampah selama ini menjadi persoalan. Namun, pengelolaan sampah juga membuka peluang ekonomi melalui bank sampah.

“Selama ini sampah kerap menjadi masalah, padahal di balik hal yang kotor terdapat peluang besar, termasuk dalam pengelolaan bank sampah.”

UPT LLKK Undana juga siap memetakan potensi lain di Kelurahan Lasiana sebagai wilayah binaannya.

📱 Dorong Digitalisasi dan Urban Farming

Kerja sama tersebut mencakup dua Implementing Agreement utama untuk mendampingi masyarakat.

Program pertama berupa fasilitasi pengembangan aplikasi digital. Aplikasi tersebut digunakan untuk mencatat tabungan sampah dan melibatkan pemuda lokal.

Baca Juga: Dorong Akademik Berkelas Dunia, Undana Kupang Sukses Gelar Konferensi Internasional CAME 3

Program kedua berupa pendampingan urban farming. Program ini juga mencakup pengolahan sampah organik menjadi pupuk PWC untuk tanaman obat keluarga.

Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort menjadi mitra ke-39 Bank Sampah Induk Mutiara Timor.

Pembentukan unit tersebut bermula dari aspirasi warga. Aspirasi itu kemudian mendapat dukungan dari akademisi dan pemerintah.

🌱 Warga Ingin Hadirkan Dampak Nyata

Koordinator Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort, Ebid Robinson Sonlay, menyebut dukungan lintas sektor membuat warga semakin terdorong bergerak.

“Dengan adanya program kerja sama bersama akademisi hingga pemerintah, kami merasa sangat didukung untuk mulai bergerak bersama dan menghadirkan dampak nyata serta berkontribusi terhadap SDGs.”

Kehadiran bank sampah juga dinilai berpotensi mendukung sektor pariwisata daerah.

Pengelolaan kebersihan kawasan pantai secara lebih terorganisasi diharapkan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

🏖️ Sasar Kebersihan Pantai Lasiana

Lurah Lasiana, Yohanes F. L. Keluli, S.Sos., M.AP., mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama melalui kolaborasi pentahelix di Kota Kupang yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat, karena dengan bekerja sama semuanya akan menjadi lebih mudah.”

Ia berharap bank sampah tersebut mendukung kebersihan kawasan wisata Pantai Lasiana.

“Kami memiliki mimpi besar agar bank sampah ini nantinya dapat mendukung kebersihan kawasan wisata Pantai Lasiana sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta perekonomian masyarakat sekitar.”

🏘️ Lasiana Jadi Percontohan

Pemkot Kupang mengapresiasi Kelurahan Lasiana yang menjadi kelurahan pertama meluncurkan bank sampah setelah pelantikan 32 lurah di Kota Kupang.

Program tersebut diharapkan mendorong pemilahan sampah secara mandiri dari tingkat rumah tangga.

Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Daud Novianus Nafi, S.STP., M.M., berharap gerakan serupa berkembang di kelurahan lain.

“Saya berharap dari unit bank sampah ini akan bisa tumbuh lagi bank sampah yang sudah kita inisiasi di 31 kelurahan lainnya.”

Daud menekankan bahwa tujuan utama program bukan sekadar membentuk bank sampah.

“Bank sampah itu adalah akibat bukan sebab, kita bukan kejar bentuk bank sampah tapi kita edukasi warga untuk pilah sampah dari rumahnya.”(Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *