Mapala Undana Angkut Berton-ton Sampah Plastik

Lawan Arus Demi Laut!

BENDERA - Aksi Eksptrem Mapala Undana mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut. (Foto: Dok Humas Undana/Olahgrafis cover: Diego Tristan-BF)
Mapala Undana melawan arus bawah laut demi menyelamatkan ekosistem pesisir Rock Beach Alak, Kota Kupang. Aksi ekstrem di dasar laut Alak sukses mencuri perhatian!

BEBER FAKTA – Tak semua pahlawan memakai jubah. Sejumlah mahasiswa Mapala Universitas Nusa Cendana (Undana) justru menyelam melawan arus bawah laut demi menyelamatkan ekosistem pesisir Rock Beach Alak, Kota Kupang, sekaligus mengibarkan Merah Putih di dasar laut dalam rangka Hari Laut Sedunia.

🌊 Lawan Arus, Selamatkan Terumbu Karang

Tim penyelam Mapala Undana menghadapi arus bawah laut yang berubah-ubah, jarak pandang minim, serta tumpukan sampah yang menjerat terumbu karang. Meski begitu, mereka tetap berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan mengangkat 5–6 kantong besar limbah, yang didominasi plastik sekali pakai.

“Tantangan terbesar adalah menjaga keselamatan seluruh penyelam sambil memastikan proses pengibaran bendera berjalan baik,” ujar Ketua Divisi Humas dan Logistik Mapala Undana, Jihan Putri Muminin.

♻️ Plastik Tak Hilang, Justru Masuk ke Tubuh Manusia

Selain membersihkan laut, aksi ini mengingatkan masyarakat bahwa sampah plastik tidak benar-benar lenyap. Plastik akan terurai menjadi mikroplastik, lalu masuk ke rantai makanan melalui ikan dan biota laut yang dikonsumsi setiap hari.

Baca Juga: LLDIKTI XV: Prestasi Kampus Kalau Tak Dipublikasikan, Bisa Hilang Begitu Saja

Karena itu, Mapala Undana mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut. Jika terus dibiarkan, kerusakan terumbu karang akan mengurangi populasi ikan, mengancam penghasilan nelayan, dan meningkatkan risiko paparan mikroplastik bagi manusia.

🇮🇩 Pesan Kuat dari Dasar Laut

Aksi ini bukan sekadar seremoni Hari Laut Sedunia. Sebaliknya, para mahasiswa ingin menunjukkan bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama. Mereka berharap aksi tersebut memicu kepedulian masyarakat agar pesisir Kupang tetap bersih, sehat, dan menjadi warisan bagi generasi berikutnya. (Sumber: Humas Undana-IyL/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *